Rabu, 21 Zulqaidah 1440 / 24 Juli 2019

Rabu, 21 Zulqaidah 1440 / 24 Juli 2019

Kali Pertama, Sphinx Ramses II Ditunjukkan di Luar Ruangan

Senin 17 Jun 2019 09:40 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Sphinx Firaun Ramses II

Sphinx Firaun Ramses II

Foto: Penn Museum Archives via livescience
Sphinx berusia lebih dari 3.000 tahun dan beratnya hampir 13 ton.

REPUBLIKA.CO.ID, PHILADELPHIA — Sphinx Firaun Ramses II yang besar telah disimpan selama hampir satu abad di Egypt Gallery di Penn Museum di Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Namun, pada awal pekan lalu, tepatnya 12 Juni sphinx tersebut untuk pertama kalinya dipindahkan ke ‘a monumental move’ sebuah teknologi yang membuat koleksi ini dapat diperlihatkan ke dunia luar dengan sebuah teknologi.

Baca Juga

Menurut Museum Penn, boneka udara yang memiliki teknologi kompresi udara bertenaga tinggi dengan cara mirip hoverboard digunakan. Lokasi baru sphinx di aula masuk utama museum, di mana cahaya matahari akan menyinari patung kuno tersebut untuk pertama kalinya sejak tiba di museum tersebut hampir satu abad yang lalu, tepatnya sejak 1926.

Sphinx berusia lebih dari 3.000 tahun dan beratnya hampir 13 ton. Karena itu, meski lokasi baru di mana patung ini ditempatkan hanya berjarak 76 meter dari tempat semula, namun langkah ini telah menimbulkan tantangan unik.

Pertanyaan bagaimana untuk mengangkut benda besar tersebut telah bermunculan untuk Museum Penn. Menurut seorang staf, museum pada awalnya berusaha memindai 3D sphinx untuk menghitung berat dan kepadatannya. Kemudian, mereka berkolaborasi dengan para insinyur untuk menentukan cara memindahkannya dengan aman.

Tim memutuskan sphinx akan diangkat oleh gantry hidrolik, sebuah sistem untuk memindahkan beban berat. Kemudian akan ditempatkan pada empat boneka udara yang akan mengundarakan sphinx ke perancah terdekat, di mana gantry hidrolik akan mengangkat patung besar ke posisi trek.

Saat berada di trek, sphinx akan didorong perlahan dan hati-hati di sekitar halaman dan melalui jendela yang telah diukur sedemikian rupa untuk memungkinkan patung tersebut melewatinya. Pada akhirnya, sphinx akan mencapai posisi di aula masuk Penn Museum.

Dengan tubuh singa dan kepala manusia, sphinx granit merah melambangkan kekuatan Firaun Mesir, Ramses II. Meski bagian kepala patung terlihat sangat terkisis, namun jenazah dari pemimpin Mesir kuno tersebut dikubur di pasir selama ribuan tahun, yang membuat banyak detail asli sphinx tersebut tersimpan.

Sphinx digali dari Kuil Dewa Ptah di Memphis, Mesir, sebagai proyek bersama antara Dinas Purbakala Mesir, Dana Eksplorasi Mesir, dan Sekolah Arkeologi Inggris. Patung tersebut kemudian dibawa ke Amerika Serikat (AS) pada 1913.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA