Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Satu Juta Spesies Hewan dan Tumbuhan Terancam Punah

Selasa 07 Mei 2019 00:13 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

  Salah satu spesies kaktus yang terancam punah, Eriosyce chilensis ditemukan di Cile.

Salah satu spesies kaktus yang terancam punah, Eriosyce chilensis ditemukan di Cile.

Foto: abc
Kelimpahan spesies asli berkurang sekitar 20 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laporan terbaru dari Platform Sains-Kebijakan Antarpemerintah tentang Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem (the Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services/IPBES) menyebut sekitar 1.000.000 spesies hewan dan tumbuhan semakin terancam punah dalam beberapa dekade. Ringkasan laporan terbaru ini disetujui pada sesi ke-7 Pleno IPBES yang berlangsung pada 29 April hingga 4 Mei 2019 di Paris, Prancis.

Laporan tersebut berdasarkan peninjauan sistematis sekitar 15 ribu sumber ilmiah dan pemerintah. Laporan tersebut untuk pertama kalinya juga menggambarkan pengetahuan masyarakat adat dan lokal, khususnya masalah yang relevan dengan keberadaan dan kondisi mereka.

Ketua IPBES Sir Robert Watson mengatakan bukti luar biasa dari Penilaian Global IPBES, dari berbagai bidang pengetahuan yang berbeda telah menghadirkan gambaran yang tidak menyenangkan. "Kesehatan ekosistem tempat kita dan semua spesies lain bergantung hidup memburuk lebih cepat daripada sebelumnya. Kita mengikis fondasi ekonomi, mata pencaharian, keamanan pangan, kesehatan dan kualitas hidup kita di seluruh dunia," katanya.

Prof Sandra D­az dari Argentina yang ikut memimpin penilaian dengan Prof Josef Settele dari Jerman dan Prof Eduardo S Brond­zio dari Brasil dan AS mengatakan kontribusi keanekaragaman hayati dan alam bagi manusia adalah warisan bersama dan jaring pengaman yang mendukung kehidupan manusia.

"Keragaman dalam spesies, antara spesies dan ekosistem, serta banyak kontribusi mendasar yang kita peroleh dari alam, menurun dengan cepat, meskipun kita masih memiliki kesempatan untuk memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi manusia dan planet ini," ujar dia.

Kelimpahan rata-rata spesies asli di sebagian besar habitat berbasis daratan telah berkurang setidaknya 20 persen, sebagian besar terjadi sejak 1900. Lebih dari 40 persen spesies amfibi, hampir 33 persen karang pembentuk terumbu dan lebih dari sepertiga dari semua mamalia laut juga terancam.

Gambaran kurang jelas untuk spesies serangga, Namun, bukti yang tersedia mendukung perkiraan sementara 10 persen terancam. Setidaknya 680 spesies vertebrata telah punah sejak abad ke-16. Lebih dari sembilan persen dari semua mamalia jinak yang digunakan untuk pangan dan pertanian telah punah pada 2016, setidaknya 1.000 jenis lain masih terancam.

"Ekosistem, spesies, populasi satwa liar, varietas lokal dan jenis tumbuhan dan hewan peliharaan menyusut, memburuk dan menghilang. Kehilangan ini sebagai dampak langsung dari aktivitas manusia dan merupakan ancaman langsung terhadap kesejahteraan manusia di semua wilayah di dunia," kata Prof Settele.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA