Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Awal Ramadhan, Hujan Meteor Eta Aquariids Hiasi Langit Malam

Senin 06 May 2019 11:50 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Hujan meteor Eta Aquariids.

Hujan meteor Eta Aquariids.

Foto: space.com
Eta Aquariids adalah salah satu dari dua hujan meteor yang berasal dari komet Halley.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bulan Mei termasuk bulan yang bagus bagi para pecinta hujan meteor. Bulan ini terjadi hujan meteor Eta Aquariids. Puncak hujan meteor Eta Aquariids diperkirakan paling aktif terjadi pada Senin (6/5) pagi.

Saat bumi berputar mengelilingi matahari, bumi akan melewati apa yang disebut sebagai aliran puing kosmik. Hal ini menyebabkan terjadinya hujan meteor yang dapat menerangi langit di malam hari, mulai dari senja hingga fajar tiba.

Meski hanya sekilas terlihat, diperkirakan hujan meteor ini terjadi antara 19 April hingga 28 Mei. Kemungkinan besar Eta Aquariids paling aktif terjadi pada Senin (6/5) pagi. Di waktu ini, orang-orang mulai dari Ahad (5/5) malam bisa mengamati dengan baik fenomena langit yang cerah.

Eta Aquariids adalah salah satu dari dua hujan meteor yang berasal dari komet Halley. Selain itu ada Orionids yang berasal dari komet yang sama dan akan mencapai puncak aktif pada Oktober mendatang.

Rintik hujan meteor dari Eta Aquariids melesat menembus langit dengan kecepatan sekitar 148.000 mil per jam. Ini menjadikannya sebagai salah satu hujan meteor tercepat.

Eta Aquariids dapat dilihat dengan lebih jelas di belahan bumi bagian selatan. Di sana, orang-orang dapat menikmati 20 hingga 30 meteor setiap jam selama puncak hujan terjadi. Sementara itu, di belahan bumi bagian utara cenderung hanya terlihat sebagian.

Hujan meteor berasal dari sisa-sisa komet es yang menabrak atmosfer bumi. Komet adalah semacam bola salju yang kotor saat benda tersebut melakukan perjalanan melalui tata surya dan meninggalkan jejak berdebu batu dan es di ruang angkasa untuk waktu yang lama.

Ketika bumi berputar melewati kaskade limbah komet, serpihan yang mungkin hanya sekecil butiran pasir menembus langit dengan kecepatan sedemikian rupa. Hasilnya, ledakan terjadi dan menciptakan tampilan seperti kembang api yang menawan.

Cara terbaik melihat hujan meteor adalah dengan mencapai lokasi yang memiliki pandangan jelas ke seluruh langit malam. Idealnya, itu akan berada di suatu tempat dengan langit gelap, jauh dari penerangan yang berasal dari lampu-lampu dan gedung-gedung di kota, serta lalu lintas.

Baca Juga

Untuk memaksimalkan peluang menyaksikan fenomena alam yang indah ini, carilah tempat yang menawarkan tampilan luas tanpa halangan apapun di depan mata.

Potongan-potongan hujan meteor terlihat selama periode waktu tertentu, tetapi lebih jelas untuk disaksikan pada senja hingga fajar dalam beberapa hari tertentu. Hari-hari itu adalah ketika orbit bumi melintasi bagian paling tebal dari aliran kosmik.

Waktu puncak dapat bervariasi, diantaranya mencapai maksimum hanya dalam waktu beberapa jam dan yang lain selama beberapa malam. Hujan meteor cenderung paling sering terlihat setelah tengah malam dan sebelum fajar menyingsing.

Salah satu momen yang terbaik adalah menggunakan mata telanjang untuk melihat hujan meteor. Teropong maupun teleskop cenderung membatasi sudut pandang Anda. Selain itu, yang perlu diingat adalah Anda perlu menghabiskan sekitar setengah jam dalam gelap untuk membiarkan mata terbiasa dengan cahaya yang meredup.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA