Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Asteroid Selebar 1.100 Kaki akan Dekati Bumi

Ahad 05 Mei 2019 00:11 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Endro Yuwanto

Asteroid/ilustrasi

Asteroid/ilustrasi

Foto: EPA
Asteroid ini menjadi lebih terang dan lebih cepat pada 13 April 2029.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan, asteroid masif akan terlihat oleh mata telanjang ketika lewat dekat bumi. Jaraknya, kata NASA, sama dengan pesawat ruang angkasa yang mengorbit planet ini.

Batu angkasa selebar 1.100 kaki bernama 99942 Apophis akan melintasi langit seperti bintang bergerak dengan titik cahaya. Asteroid ini menjadi lebih terang dan lebih cepat pada 13 April 2029.

Pada 19.000 mil di atas permukaan bumi, pertama kali akan terlihat oleh mata telanjang di langit malam pada belahan bumi selatan dari pantai timur ke pantai barat Australia. Asteroid kemudian akan melintasi lautan India, bergerak di atas Afrika.

Pun, asteroid akan melakukan perjalanan di atas Samudera Atlantik hanya dalam satu jam. Batu angkasa itu akan mencapai Amerika Serikat (AS) pada malam hari.

Seperti yang dilansir dari Science Alert, Sabtu (4/5), menurut NASA, jarang sekali ada asteroid seukuran ini melewati bumi begitu dekat. Ilmuwan NASA telah mendiskusikan peluang pengamatan dan sains untuk acara astronomi pada The 2019 Planetary Defence Conference di Maryland, Selasa (30/4).

Menurut para peneliti, Apophis akan melakukan perjalanan lebih dari lebar pada bulan purnama dalam satu menit dan akan bersinar seterang bintang-bintang di konstelasi Little Dipper.

Seorang ilmuwan radar di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California, Marina Brozovic mengungkapkan menjelang pendekatan Apophis pada 2029 akan menjadi peluang luar biasa bagi sains.

“Kami akan mengamati asteroid dengan teleskop optik dan radar. Dengan pengamatan radar, kami mungkin bisa melihat detail permukaan yang hanya beberapa meter,” ujar Brozovic.

Ketika tim astronom di Kitt Peak National Observatory menemukan Apophis pada 2004, perhitungan orbital awal mengungkapkan asteroid memiliki peluang 2,7 persen untuk berdampak pada bumi di 2029. Namun, pengamatan tambahan sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan itu dan menunjukkan Apophis masih memiliki peluang kecil untuk berdampak pada bumi beberapa dekade dari sekarang.

Davide Farnocchia, seorang astronom di Pusat Studi Objek Dekat Bumi JLP mengatakan, pihaknya sudah tahu pertemuan dekat dengan bumi akan mengubah orbit Apophis. “Namun, model kami juga menunjukkan pendekatan dapat mengubah cara asteroid ini berputar dan itu mungkin akan ada beberapa perubahan permukaan, seperti longsoran kecil,” kata Farnocchia.

Lain lagi dengan Direktur CNEOS Paul Chodas. Ia mengatakan Apophis adalah perwakilan dari sekitar 2.000 asteroid berpotensi berbahaya yang saat ini sudah dikenal. “Dengan mengamati Apophis selama perjalanannya pada 2029, kita akan memperoleh pengetahuan ilmiah penting yang suatu hari nanti dapat digunakan untuk pertahanan planet,” jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA