Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Arkeolog Temukan Keunikan Pemakaman di Komplek Deir El Banat

Selasa 16 Apr 2019 04:12 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Dwi Murdaningsih

Tim arkeologi Rusia yang melakukan penggalian nekropolis kuno di kompleks arkeologi Deir el Banat di oasis El Fayoum, Mesir Tengah

Tim arkeologi Rusia yang melakukan penggalian nekropolis kuno di kompleks arkeologi Deir el Banat di oasis El Fayoum, Mesir Tengah

Foto: rostec
Pemakaman itu perpaduan dari tradisi penguburan Mesir kuno, Romawi kuno dan Persia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim arkeologi Rusia yang melakukan penggalian nekropolis kuno di kompleks arkeologi Deir el Banat di oasis El Fayoum, Mesir Tengah mendapati penemuan yang unik. Para arkeolog berhasil menggali sebuah situs pemakaman yang berasal dari abad ke-4 hingga abad ke-5.

Baca Juga

Penemuan itu menunjukan jejak tradisi pemakaman yang berbeda antara Mesir dari Mesir kuno hingga era Romawi akhir. Direktur ilmiah dari Pusat Studi Egyptological, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, yang juga seorang pakar sejarah, Galina Belova mengatakan penemuan menakjubkan itu terjadi saat para arkeolog sedang mempelajari peninggalan yang ditemukan.

“Sebuah jenazah yang ditemukan di kuburan tanah terbungkus kain penguburan sedemikian rupa sehingga kepalanya diangkat setengah meter di atas tubuh. Kami menemukan ini  dengan bantuan konstruksi yang terbuat dari batang pohon palem,” kata Belova seperti dilansir Sputnik News pada Selasa (16/4).

Penelitian ini mendapat dukungan finansial dari Rostec (sebuah perusahaan milik negara) beserta anak perusahaannya Rosoboronexport. Menurut Belova pemakaman itu merupakan perpaduan yang luar biasa dari tradisi penguburan Mesir kuno dan era Romawi, juga dengan adanya unsur-unsur pengaruh Persia.

“Tubuh jenazah dibungkus sangat hati-hati  dalam urutan tertentu, meniru yang digunakan orang Mesir kuno untuk mengamankan gerobak pada mumi," kata Belova.

Dia menjelaskan, kepala dan tubuh ditutupi dengan lapisan gandum tebal, karakteristik Mesir kuno, di mana biji-bijian dikaitkan dengan kehidupan abadi, pembaruan, dewa Osiris. Pada saat yang sama, jenazah berbaring di atas kasur dan bantal, yang merupakan ciri upacara pemakaman Romawi kuno.

"Selain itu, kain yang digunakan memiliki pengaruh Persia yang berbeda,” kata Belova.

Kendati demikian Belova mengatakan para arkeolog tidak dapat menentukan apakah orang yang dikubur di kuburan itu berasal dari kelas miskin atau kaya.

“Baik bantal maupun matras didekorasi dengan sulaman yang sangat kaya. Namun banyak barang telah rusak, diperbaiki. Penelitian masih berlanjut,” katanya.

Ahli arkeologi Rusia itu juga menambahkan bahwa penguburan itu terpelihara dengan sangat baik. Pasca konservasi dilakukan rencanya sejumlah benda yang ditemukan pun akan dipamerkan di salah satu museum di Mesir.

Belova meyakini penggalian di nekropolis Deir el-Banat sangat penting secara ilmiah dan harus dilanjutkan.

“Penelitian ini akan membantu kita mendapatkan wawasan tentang cara hidup, budaya, dan terutama kepercayaan agama orang Mesir kuno. Nekropolis ini berasal dari periode abad ke-4 SM hingga abad ke-7 yaitu dari periode Ptolemaic ke zaman Islam,” katanya.

Belova pun menyampaikan terima pada Kedubes Rusia di Kairo, Kementerian Purbakala Mesir dan Rostec yang telah membantu dalam penggalian. ia pun meyakini akan dapat menemukan lebih banyak lagi keunikan lainnya. Diketahui El-Faiyum dihuni sejak zaman kuno. Saat ini para ilmuwan memiliki kesempatan untuk memulihkan aspek-aspek tertentu yang berasal dari sejarah Mesir kuno dengan mempelajari monumen oasis Faiyum.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA