Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Studi: Kemiskinan Memengaruhi Gen

Rabu 10 Apr 2019 16:43 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Christiyaningsih

Orang miskin di AS, ilustrasi

Orang miskin di AS, ilustrasi

Foto: wordpress
Hubungan kemiskinan dalam memengaruhi gen dijawab peneliti Universitas Northwestern

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mungkin kita pernah bertanya-tanya apakah status sosial ekonomi dapat memengaruhi gen, mental, hingga kesehatan? Pertanyaan itu dicoba dijawab para peneliti dari Universitas Northwestern. Rupanya menjadi kaya atau miskin memang memengaruhi genom manusia.

Dilansir Mashable pada Rabu (10/4), kemiskinan yang berkepanjangan bisa berdampak lama pada genom manusia. Sebelumnya banyak yang memegang kepercayaan bahwa gen ditentukan dan diperbaiki saat lahir. ternyata genom manusia dapat diubah berdasarkan pergerakan individu dalam tangga sosial ekonomi.

Studi menemukan tingkat pendidikan dan status pendapatan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit menular lainnya. Faktanya, tim peneliti menemukan bukti kemiskinan dapat membekas pada genom manusia. Ternyata, tingkat metilasi DNA bisa sangat ditentukan oleh status sosial ekonomi seseorang.

Metilasi DNA ini memainkan peran penting dalam membentuk ekspresi gen. Jika seseorang miskin, hampir 10 persen dari gen individu dalam genom terpengaruh.

Penulis utama Thomas McDade mengatakan status sosial ekonomi selalu memainkan peran penting dalam menentukan kesehatan seseorang. Tetapi ia mengakui dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memahami apakah tubuh manusia mampu 'mengingat' pengalaman menjadi miskin.

Metilasi DNA dapat memainkan peran penting. Cakupan luas hubungan antara status sosial ekonomi dan DNA konsisten dengan berbagai sistem biologis dan hasil kesehatan yang kita tahu dibentuk oleh status sosial ekonomi.

McDade yang juga menjabat sebagai direktur Laboratorium untuk Riset Biologi Manusia menjelaskan kemiskinan dapat memiliki dampak yang berkepanjangan pada sistem dan proses fisiologis dalam tubuh manusia. Dengan kata lain, status sosial ekonomi tentu menentukan kesehatan mental dan fisik.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA