Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Gletser Bumi Mencair Lebih Cepat Dibanding Sebelumnya

Selasa 09 Apr 2019 10:59 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Dwi Murdaningsih

Gletser Totten di atas batuan es, tapi lebih sedikit daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Gletser Totten di atas batuan es, tapi lebih sedikit daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Foto: AAD
Gletser dunia menyusut lima kali lebih cepat dibandingkan tahun 1960-an.

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Gletser bumi mencair lebih cepat dari yang diperkirakan para ilmuwan. Sebuah studi baru menunjukkan, terdapat  369 miliar ton salju dan es hilang setiap tahun.

"Lebih dari 30 tahun tiba-tiba hampir semua daerah mulai kehilangan massa pada saat yang sama," kata pemimpin penulis, Michael Zemp, direktur Layanan Pemantauan Gletser Dunia di Universitas Zurich.

"Itu jelas tanda perubahan iklim jika Anda melihat gambaran global," kata Zemp.

Pengukuran gletser paling komprehensif di seluruh dunia menemukan, ribuan massa daratan salju menyusut 18 persen. Kondisi ini lebih cepat dari yang dihitung pada 2013 lalu.

Gletser dunia menyusut lima kali lebih cepat dibandingkan tahun 1960-an. Temuan studi menyatakan, lelehannya semakin cepat karena pemanasan global, dan menambahkan lebih banyak air ke laut yang sudah naik.

Gletser menyusut tercepat di Eropa tengah, wilayah Kaukasus, Kanada barat, 48 negara bagian Amerika Serikat (AS), Selandia Baru, dan dekat daerah tropis. Menurut sebuah penelitian di jurnal Nature, Gletser di tempat-tempat ini rata-rata hilang lebih dari satu persen massa setiap tahun.

"Di wilayah ini, pada tingkat kehilangan gletser, akan membuat gletser tidak akan bertahan pada abad ini," kata Zemp.

Tim Zemp menggunakan pengukuran darat dan satelit untuk melihat 19 ribu gletser, jauh lebih banyak dari penelitian sebelumnya. Mereka menetapkan Asia barat daya merupakan satu-satunya wilayah 19 di mana gletser tidak menyusut, menurut Zemp ini disebabkan oleh kondisi iklim setempat.

Penelitian menemukan, sejak 1961, dunia telah kehilangan 10,6 triliun ton es dan salju. Itu cukup untuk menutupi 48 bagian AS dengan sekitar empat kaki es.

Para ilmuwan telah lama mengetahui, pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti, membakar batu bara, bensin dan solar untuk listrik, serta transportasi membuat Bumi kehilangan esnya. Mereka peduli dengan lapisan es besar yang menutupi Greenland, dan Antartika.

"Pengaruh gletser di permukaan laut lebih besar dari yang kita duga," ujar direktur Pusat Data Salju dan Es Nasional di Boulder, Colorado, Mark Serreze, yang bukan bagian dari penelitian ini.

Sejumlah faktor membuat permukaan laut naik. Penyebab terbesarnya yakni lautan menjadi lebih hangat.

Kemudian angka-angka baru menunjukkan pencairan gletser merupakan kontributor lebih besar dari yang diperkirakan. Hal ini bertanggung jawab atas sekitar 25 persen  hingga 30 persen, dari kenaikan tahunan di lautan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA