Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Karen Uhlenbeck, Perempuan Pertama Peraih Penghargaan Abel

Ahad 24 Mar 2019 12:37 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Karen Uhlenbeck.

Karen Uhlenbeck.

Foto: Institute for Advanced Study via new york times
Penghargaan Abel setara nobel.

REPUBLIKA.CO.ID, OSLO — Karen Uhlenbeck, seorang profesor di Universitas Texas, Amerika Serikat (AS) menjadi perempuan pertama yang mendapatkan Abel Prize, sebuah penghargaan bergengsi dalam bidang matematika. Penghargaan ini diberikan oleh Norwegian Academy of Science and Letters pada pekan lalu, tepatnya 19 Maret.

Dilansir dari New York Times, Uhlenbeck dianggap pantas meraih penghargaan yang setara dengan nobel tersebut karena dirinya berhasil menggambarkan bentuk rumit dari gelembung. Bukan di dalam sebuah bak mandi, namun dalam ruang melengkung abstrak dan dimensi tinggi.

Kemudian, perempuan berusia 76 tahun itu juga membantu meletakan dasar matematika, dalam teknik yang banyak digunakan oleh fisikawan. Secara khusus dalam teori medan kuantum, yang ditujukan untuk menggambarkan interaksi mendasar antara partikel dan gaya.

Dalam proses tersebut, ia juga membantu merintis bidang analisis geometris. Uhlenbeck kemudian mengembangkan teknik yang saat ini sering digunakan oleh banyak ahli matematika.

“Dia melakukan apa yang tak seorang pun pernah berpikir untuk (melakukannya),” ujar seorang ahli matematika di Universitas Princeton, Sun-Yung Alice Chang.

Uhlenbeck dianggap telah meletakkan dasar-dasar bagi sejumlah cabang ilmu matematika. Dalam karya pertamanya, ia menemukan bentuk film sabun di ruang melengkung dengan dimensi tinggi. Ini adalah contoh, yang bagi para ahli matematika menyebutnya sebagai masalah optimasi, yang seringkali sangat sulit dan hampir tak dapat dipecahkan.

Uhlenbeck kemudian mempelajari teori ukuran, yang digunakan oleh fisikawan dalam teori medan kuantum untuk menggambarkan interaksi partikel subatomik. Teori ukuran pada dasarnya mengatakan bahwa bagaimana partikel berperilaku seharusnya tidak berubah, tergantung pada bagaimana seseorang melihatnya.

Hal itu mengartikan bahwa hukum fisika tidak boleh berubah jika eksperimen dipindahkan. Namun, jawabannya kerap terlalu banyak, hingga tak terbatas. Di sana, Uhlenbeck mampu menyusun kembali masalah dengan cara yang menghilangkan ketidakterbatasan.

Abel merupakan penghargaan setara Nobel yang dinamai terinspirasi dari nama seorang matematikawan Norwegia, Niels Hendrik Abel. Sejak 2003, penghargaan ini diberikan setiap tahunnya untuk menyoroti kemajuan penting dalam bidang ilmu pengetahuan ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA