Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Penghijauan Bumi Meningkat Selama 20 Tahun Terakhir

Sabtu 02 Mar 2019 09:00 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Esthi Maharani

Penanaman pohon

Penanaman pohon

Foto: blogspot.com
Hal ini sebagian besar karena program penanaman pohon yang ambisius.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Sebuah temuan baru dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan Bumi telah mengalami peningkatan penghijauan secara keseluruhan selama 20 tahun terakhir. Hal ini sebagian besar karena program penanaman pohon yang ambisius.

Penelitian yang dipublikasikan pada 11 Februari menemukan penghijauan Bumi selama dua dekade terakhir telah menunjukkan peningkatan keseluruhan sebesar lima persen. Angka tersebut sama artinya dengan lebih dari dua juta mil persegi luas area daun hijau per tahun dibandingkan dengan awal 2000-an.

Data tersebut menunjukkan Cina dan India menjadi pemimpin dalam penghijauan dunia. Ini dibandingkan dengan gambar satelit dari pertengahan 1990-an yang diambil oleh Boston University dan dikumpulkan dari dua satelit NASA yang mengorbit bumi selama 20 tahun.

Chi Chen dari Departemen Bumi dan Lingkungan di Universitas Boston sekaligus penulis utama mengatakan Cina dan India bertanggung jawab atas sepertiga penghijauan. Tetapi jumlah itu hanya mengandung sembilan persen dari luas daratan planet yang tercakup dalam vegetasi.

Awalnya para peneliti menghubungkan perubahan itu dengan cuaca yang lebih hangat, iklim yang lebih basah, dan pembuahan dari penambahan karbon dioksida. Tetapi Rama Nemani, seorang ilmuwan peneiliti di Ames Research Center NASA menyatakan ada kontribusi manusia dalam penghijauan itu.

Nemani menunjuk pada program-program Negeri Tirai Bambu untuk melestarikan dan memperluas hutan dan penanaman tanaman pangan India.

“Sekarang kita tahu pengaruh langsung manusia adalah pendorong utama penghijauan Bumi, Kita perlu memasukkan faktor ini ke dalam model iklim Kita,” kata Nemani, seperti yang dilansir dari Fox News, Jumat (1/3).

“Ini akan membantu para ilmuwan membuat prediksi yang lebih baik tentang perilaku berbagai sistem Bumi, yang akan membantu negara membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana dan kapan harus mengambil tindakan,” ujarnya lagi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA