Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Khofifah: Kemajuan Teknologi Harus Didukung Riset Serius

Sabtu 22 Des 2018 04:33 WIB

Red: Esthi Maharani

Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Teknologi mutakhir dapat mendukung pergerakan Indonesia menuju Industri 4.0.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPE - Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa kemajuan teknologi harus didukung dengan riset dan pengembangan yang serius, terutama dalam mendukung pergerakan Indonesia menuju Industri 4.0. Hal itu disampaikan Khofifah usai melakukan kunjungan ke Institusi Informasi Industri di Taipei, Taiwan, Jumat.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah praktisi senior memberikan paparan mengenai penerapan teknologi terbaru di beberapa sektor industri di Taiwan, termasuk dalam keamanan siber, edukasi, dan juga medis.

"Tadi kita sudah melihat presentasi mengenai teknologi di bidang peternakan, pertanian dan somatosensory di bidang kedokteran. Kita juga melihat bagaimana kemajuan teknologi itu ternya didukung oleh riset dan pengembangan yang sangat serius," katanya.

Menurut Khofifah, teknologi mutakhir dapat mendukung pergerakan Indonesia menuju Industri 4.0. "Di Indonesia kan kita sudah punya LIPI, bahkan kita punya lembaga dan kementerian khusus untuk riset," paparnya.

Terciptanya sinergi dan kerjasama strategis antara lembaga-lembaga tersebut, dengan perguruan tinggi prestis yang ada di Tanah Air, diyakini akan dapat menghasilkan kemajuan teknologi yang bermakna dan terarah.

Salah satu inovasi berbasis teknologi yang menarik perhatiannya adalah penggunaan teknologi realita virtual atau 'Virtual Reality (VR)' dalam pengembangan studi medis.

Manajer Perdagangan Internasional dari Smart System Institute Shawn Tsai menjelaskan bahwa beberapa rumah sakit di Taiwan telah menerapkan teknologi VR bagi para dokter yang sedang menekuni ilmu spesialis, terutama yang melibatkan operasi.

"Teknologi VR ini diimplementasikan dengan cara menciptakan cetakan 3 dimensi, yang menyerupai rangkaian dalam tubuh manusia, terlebih dahulu, lalu para penggunanya dapat melakukan simulasi tindak operasi dengan menggunakan teknologi tersebut," jelas Shawn.

Menurut dia, pengembangan VR dalam industri medis itu sudah mencapai tahap yang cukup tinggi, karena tampilan yang diberikan sangat detail dan menyerupai rangkaian falam tubuh manusia, termasuk organ-organ kecil serta spembuluh darah.

Selain itu, setelah menyaksikan paparan Direktur Institut Teknologi Sekuriti Siber Ching Hao Mao, Khofifah juga menggarisbawahi pentingnya keamanan siber.

"Menurut saya itu sangat penting untuk terus kita bangun, terutama untuk membangun, memagari dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA