Rabu, 21 Zulqaidah 1440 / 24 Juli 2019

Rabu, 21 Zulqaidah 1440 / 24 Juli 2019

Skotlandia Terkena Asteroid Terbesar 1,2 Miliar Tahun Lalu

Selasa 13 Sep 2016 14:12 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Winda Destiana Putri

Asteroid. Ilustrasi

Asteroid. Ilustrasi

Foto: Dailymail

REPUBLIKA.CO.ID, LAIRG -- Kota Lairg di Skotlandia dilihat secara kasat mata hanya daerah kecil yang damai di pinggiran pantai. Tapi jika melihat dari kaca mata tempat bersejarah, asteroid terbesar pernah singgah di sana.

Peneliti meyakini, jika daerah tersebut pernah terdampak dari hantaman asteroid pada 1,2 miliar tahun lalu. Asteroid yang tersebut berdiameter sebesar tiga kilometer yang menghuni hingga delapan kilometer menuju kerak bumi.

Asteroid itu melaju mencapai kecepatan sekitar 65 ribu kilometer per jam, dengan daya ledak 950 juta kali lebih dari bom yang melanda Hirosima. Dapat dikatakan, asteroid itu lebih besar dari daya ledak yang memusnahkan peradaban dinosaurus.

Dr Michael Simms, kurator paleontologi di Museum Ulster di Belfast, telah bekerja pada proyek penelitian asteroid itu sejak tahun 2008. Dampak yang besar menyebabkan asteroid yang diberi nama "Lairg Asteroid" itu menjadi salah satu terbesar di bumi.

Selama penyelidikan, Dr Michael Simms menemukan formasi batuan yang tidak biasa di wilayah barat laut Skotlandia yang berisi sebuah 'selimut letusan' yang bisa tercipta dari dampak benturan benta luar angkasa. 'Selimut letusan' itu merupakan apron simetris partikel di daerah yang mengelilingi kawah.

"Tapi saya yakin ada dampak dan itu akan menjadi cukup apokaliptik. Dalam hitungan detik itu akan berubah landscape," ujar Dr. Tori Herridge dari the Natural History Museum di London, dikutip dari Dailymail, Selasa (13/9).

Dampak yang dihasilkan dari membuat kawah di daerah tersebut mecapai lebar 40 kilometer. Kawah ini menempati peringkat 15 teratas dari 200 kawah yang telah diidentifikasi di Bumi.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA