Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Pesawat Ruang Angkasa Ini Sebulan Lagi Sampai ke Jupiter

Ahad 19 Jun 2016 06:04 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Misi Juno di Jupiter

Misi Juno di Jupiter

Foto: NASA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada 4 Juni mendatang, pesawat ruang angkasa Badan Antariksa AS (NASA) bernama Juno akan tiba di Jupiter. Pesawat ruang angkasa berukuran bola basket ini akan menyelesaikan perjalanan 13,8 juta kilometer melalui tata surya. Juno akan menjalankan misi pengumpulan data yang berharga bagi peneliti yang ada di Bumi.

Jika semuanya berjalan dengan baik, Juno akan mengeksplorasi gas di plenet raksasa tersebut. Juno akan menjadi pesawat ruang angkasa yang tercatat di posisi paling dekat dengan planet tersebut.

"Pada saat tahun lalu pesawat luar angkasa New Horizons melihat lebih dekat dengan Pluto, kini Juno akan membuka misteri di Planet Jupiter," ujar Diane Brown, program eksekutif dari proyek ini, dilansir dari Science Alert.

Misi yang diemban Juno tidaklah mudah. Juno harus mampu terbang di dalam atmosfer Jupiter. Juno akan mengalami tekanan yang besar akibat rotasi yang cepat dari planet. Satu hari di Jupiter hanya 10 jam. Hal ini berdampak pada medan magnet yang kuat. Ditambah dengan radiasi yang tinggi dan tekanan atmosfer, ini adalah medan yang menantang bagi Juno. Bahkan, NASA mengatatakan radiasi di Jupier adalah radiasi yang paling ekstrem dibandingkan planet lainnya di Tata Surya.

"Selama menjalankan misi ini, Juno akan terkena radiasi yang setara dengan 100 juta paparan sinar X," kata manajer proyek Juno, Rick Nyabakken.

Astronom Deteksi Adanya Alkohol di Luar Angkasa

Nantinya, tim akan merancang orbit di sekitar Jupiter agar bisa meminimalkan lingkugan yang keras. Orbit ini memungkinkan pesawat untuk bertahan cukup lama demi mendapatkan data-data ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.  Kabar baiknya, Juno dirancang derlapis baja yang siap berperang dengan radiasi di Jupiter.

Juno dilapisi titanium besi dengan berat 181 kilogram dan akan mengurangi jumlah radiasi yang dirasakan dalam skala 800 kali lebih kecil. Namun, radiasi di Jupiter diperkirakan akan membuat Juno hanya mungkin beroperasi sekitar 20 bulan sebelum akhirnya rusak. Selama menjalankan misi, energi tertinggi dari elektron yang dipancarkan akan menembus 'lemari besi titanium', menghasilkan semprotan foton sekunder dan partikel.

PTDI Kelar Buat Pesawat NC212i

Juno awalnya diluncurkan pada 5 April 2011. Juno dirancang untuk menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang menjalankan misi yang paling rinci di Jupiter. Sebenarnta, pesawat ruang angkasa yang pertama kali menjalankan misi ke Jupiter adalah Pioneer 10 pada tahun 1973. Pesawat inilah yang pertama kali menjalankan pengamatan di Jupiter.

Pioneer 10 dilanjutkan Pioneer 11 yang terbang dalam jarang 34 ribu kilometer dari awan Jupiter. Juno dirancang untuk berada pada ketinggian 4.667 kilometer dari atas awan di Jupiter.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA