Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Pesawat Tenaga Surya Ini Pecahkan Rekor Jarak Tempuh Terjauh

Jumat 15 Jan 2016 16:50 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Misi Juno di Jupiter

Misi Juno di Jupiter

Foto: NASA

REPUBLIKA.CO.ID, Juno, pesawat luar angkasa milik NASA memecahkan rekor sebagai pesawat bertenaga surya pertama yang menempuh perjalanan paling jauh dalam sejarah. Juno memiliki misi menyelidiki planet Jupiter.

Pada pekan ini Rabu (13/1), Juno berada pada jarak 793 juta km dari matahari. Jarak ini tidak terlalu buruk untuk sebuah pesawat yang mengandalkan sinar matahari untuk menjaganya tetap bisa beroperasi.

Prestasi Juno mengesankan mengingat semakin jauh dari matahari, maka semakin lemah cahaya yang bisa diperoleh. Perlu diketahui, Jupiter berada pada jarak lima kali lebih jauh dari matahari dibandingkan bumi. Sinar matahari yang mencapai Jupiter 25 kali lebih sedikit dibandingkan bumi.

Hal ini nantinya berdampak bada seberapa besar energi yang bisa didapatkan untuk mengoperasikan pesawat ini. Sistem energi di Juno akan terus meredup semakin jauh Juno berada dari matahari, atau semakin mendekati objek penelitiannya yaitu Jupiter. Juno diluncurkan tahun 2011 dan dijadwalkan sampai di Jupiter pada 4 Juni tahun ini.

"Pembangkit energi kami akan menghasilkan hanya 500 watt ketika berada di Jupiter. Juno diranang sangat efisien dan itu lebih dari cukup hingga misi kami tuntas dilakukan," kata Rick Nybakken, manajer proyek Juno di NASA, dilansir dari Science Alert.

Pesawat ini didesain dengan 3 penyimpan tenaga surya dengan panjang 9 meter. Sistem solar ini dikemas melibatkan lebih dari 18 ribu unit solar sel. Jika ditata, sistem penyimpan tenaga surya di Juno memiliki luas 72 meter persegi. Pada jarak terdekat bumi dengan matahari, kapasitas solar sel ini menghasilkan sekitar 14 kilowatt listrik.

Pada jarak puncaknya, Juno akan berjarak 832 juta km dari matahari dan akan mengorbit 33 kali. Pesawat ini memiliki misi menyelidiki awan planet, mempelajari aurora dan mencari tahu mengenai asal muasal, struktur dan atmosfer planet terbesar itu.

baca juga:

Peneliti Buat Huruf Braille Bisa Muncul dari Layar Sentuh

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA