Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Opportunity, Robot Penjelajah Mars NASA Mati

Kamis 14 Feb 2019 14:18 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Ani Nursalikah

NASA mengirimkan kendaraan kedua bernama Opportunity, untuk mengeksplorasi Mars dan mencari tanda-tanda adanya air, pada 25 Januari 2004.

NASA mengirimkan kendaraan kedua bernama Opportunity, untuk mengeksplorasi Mars dan mencari tanda-tanda adanya air, pada 25 Januari 2004.

Foto: RT
Kejadian ini mengakhiri 15 tahun eksplorasi di planet merah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Misi Mars Exploration Rover (MER) NASA dilaporkan terhambat setelah robot eksplorasi kedua bernama Opportunity yang diterjunkan menghilang akibat badai debu di Planet Mars. Badan Antariksa Amerika NASA pun dengan berat hati menyatakan robot tersebut telah mati.

Staf NASA belum memastikan misi itu akan berakhir. Para ilmuwan menggambarkan proses sulit mengucapkan selamat tinggal terhadap robot penjelajah, yang mereka juluki sebagai Oppy dan sudah dianggap seperti anggota keluarga tercinta itu.

MER adalah misi luar angkasa robotik untuk menjelajahi planet Mars. Misi dimulai pada 2003 dengan peluncuran dua penjelajah MER-A Spirit dan MER-B Opportunity untuk menjelajahi permukaan Mars dan geologi.

Baca Juga

Keduanya mendarat di Mars di lokasi yang terpisah pada Januari 2004. MER-A Spirit aktif hingga 2010, sementara MER-B aktif hingga 2018. Robot Opportunity memegang rekor terlama jarak yang ditempuh oleh kendaraan roda di luar bumi.

"Saya berdiri di sini dengan rasa penghargaan yang dalam dan rasa terima kasih," kata associate administrator Nasa Thomas Zurbuchen, dilansir The Independent.

photo
Radar memutari Planet Mars

Robot MER-B membuat sejumlah besar catatan saat melintasi permukaan Mars. Robot tersebut menempuh jarak 28 mil dan bertahan jauh lebih lama daripada pendarat Mars lainnya. Robot ini menemukan air pernah mengalir di planet ini.

Tetapi pada Juni setelah mengirim pesan kembali ke NASA yang mengindikasikan hari mulai gelap dan baterainya mulai menipis, dan ada badai debu besar yang telah menyelimuti seluruh planet Mars. Diperkirakan badai ini menutupi panel-panel surya pada robot.

NASA mengirim lebih dari 1.000 pesan untuk mencoba membangunkan robot dan membuatnya berfungsi kembali. Namun, percobaan terakhirnya yang dikirim pada Selasa malam lalu tidak dijawab sehingga menyebabkan badan antariksa itu mengumumkan robot telah mati. Kejadian ini mengakhiri 15 tahun eksplorasi di planet merah.

Tujuan MER adalah mencari dan mengkarakterisasi berbagai macam batu dan tanah yang menyimpan petunjuk aktivitas air masa lalu di Mars. Misi ini adalah bagian dari Program Eksplorasi Mars NASA, yang mencakup tiga pendarat sukses sebelumnya: dua pendarat program Viking pada 1976 dan penyelidikan Mars Pathfinder pada 1997.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA