Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Organisme Bergerak Awal di Bumi Hidup 2,1 Miliar Tahun Lalu

Rabu 13 Feb 2019 03:53 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ani Nursalikah

Fosil-fosil itu berasal dari masa ketika bumi kaya akan oksigen.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Para ilmuwan menemukan serpihan hitam berusia 2,1 miliar tahun dari sebuah galian tambang di Gabon, Afrika Tengah. Penemuan ini menjadi bukti paling awal dari perkembangan revolusioner dalam sejarah kehidupan di bumi, yakni kemampuan suatu organisme untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Para peneliti menjelaskan, fosil-fosil indah itu terbentuk dari struktur tabung kecil yang diciptakan ketika ada organisme yang tak dikenal bergerak melalui lumpur lunak untuk mencari makanan di laut yang tenang dan dangkal. "Fosil-fosil itu berasal dari masa ketika bumi kaya akan oksigen dan memiliki kondisi yang kondusif bagi kehidupan sel sederhana yang berevolusi lebih rumit," kata para peneliti, Senin (11/2).

Para peneliti menduga, sebagai organisme bakteri bersel tunggal, tanda kehidupan mulai muncul di laut sekitar empat miliar tahun yang lalu. Tetapi bentuk kehidupan paling awal itu tidak memiliki kemampuan untuk bergerak secara independen atau disebut motilitas. Fosil Gabon ini pun diperkirakan 1,5 miliar tahun lebih tua dari bukti motilitas dan penampilan kehidupan hewan sebelumnya.

Endapan serpih fosil Gabon telah menjadi harta karun, karena juga mengandung fosil organisme multisel tertua yang pernah diketahui. "Yang penting di sini adalah kompleksitas dan keragaman bentuk serta ukurannya yang mencengangkan, dan kemungkinan dalam hal pola metabolisme, perkembangan, dan perilaku, termasuk bukti motilitas yang paling awal ditemukan. Paling tidak pasti ada di antara mereka," kata ahli paleo biogeokimia dan sedimentolog, Abderrazak El Albani dari Universitas Poitiers di Prancis.

Namun, identitas organisme awal ini tetap masih misterius. Sebab, fosil-fosil yang ditemukan dalam serpihan hitam itu tidak termasuk dalam organisme itu sendiri.

Pada serpihan hitam yang ditemukan, terdapat struktur tubular (berbentuk pipa), dengan panjang hingga 170 Mm. Para peneliti menduga, awalnya bentuk itu terbuat dari bahan organik, seperti jejak lendir yang ditinggalkan oleh organisme yang bergerak melalui lumpur.

"Struktur itu mungkin diciptakan oleh organisme multiseluler atau agregasi organisme bersel tunggal yang mirip dengan siput. Sehingga terbentuk ketika gugus amuba tertentu secara bersama-sama bersandar untuk bergerak secara kolektif menemukan lingkungan yang lebih ramah."

"Kehidupan yang disebut Era Paleoproterozoikum, sekitar 2,5 hingga 1,6 miliar tahun yang lalu, bukan hanya bakteri. Tetapi organisme yang lebih kompleks telah muncul di beberapa titik, kemungkinan hanya selama beberapa fase dan dalam kondisi lingkungan tertentu," tambah El Albani.

Eksperimen evolusi dengan motilitas diduga mengalami kemunduran yang relatif cepat setelah organisme Gabon hidup. Karena terjadi penurunan drastis terhadap oksigen atmosfer 2,08 miliar tahun yang lalu.

Sebagai perbandingan, vertebrata pertama muncul sekitar 525 juta tahun yang lalu, dinosaurus sekitar 230 juta tahun yang lalu dan Homo sapiens sekitar 300 ribu tahun yang lalu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA