Selasa, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 Februari 2019

Selasa, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 Februari 2019

Ilmuwan Prediksi Kapan Galaksi Bima Sakti Tabrak Andromeda

Selasa 12 Feb 2019 02:52 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Dwi Murdaningsih

Galaksi bima sakti (ilustrasi)

Galaksi bima sakti (ilustrasi)

Foto: wikipedia
Tabrakan diprediksi akan terjadi pada 4,5 miliar tahun dari sekarang.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Tabrakan besar antara Galaksi Bima Sakti dengan Galaksi Andromeda diperkirakan akan terjadi sekitar 4,5 miliar tahun dari sekarang. Hasil itu diketahui berdasarkan penelitian dari pengamatan pesawat ruang angkasa bernama Gaia Eropa baru-baru ini.

Dalam perkiraan sebelumnya yang sempat diketahui, perkiraan tabrakan antara Galaksi Bima Sakti dengan Galaksi Andromeda terjadi secara signifikan lebih cepat dalam waktu sekitar 3,9 miliar tahun. Sementara dari penelitian Gaia Eropa, Galaksi Bima Sakti diketahui akan bertahan dalam bentuk sedikit lebih lama daripada yang pernah diperkirakan beberapa astronom.

“Temuan ini sangat penting untuk pemahaman kita tentang bagaimana sebuah galaksi berevolusi dan berinteraksi,” kata salah satu Ilmuan proyek Gaia, Timo Prusti, Senin (11/2).

Waduh, Nasa Peringatkan Bakal Ada Asteroid Dekati Bumi

Sebelumnya diketahui, pesawat Gaia Eropa diluncurkan pada Desember 2013 untuk membantu peneliti membuat peta 3D terbaik dari Galaksi Bima Sakti yang pernah dibuat. Pesawat tersebut dinilai telah secara tepat memantau posisi dan pergerakan sejumlah besar bintang dan objek kosmik lainnya.

Misi tim tersebut salah satunya juga bertujuan melacak lebih dari satu miliar bintang.  Sebagian bintang yang diamati ada di Galaksi Bima Sakti dan juga galaksi-galaksi terdekat. Galaksi-galaksi tersebut antara lain, Andromeda dan Triangulum.

“Galaksi tetangga kita (Andromeda) berada dalam jarak 2,5 juta hingga tiga juta tahun cahaya dari Bima Sakti. Dan galaksi-galaksi tersebut dapat berinteraksi satu sama lain,” katanya.

Penulis Roeland van der Marel dari Space Telescope Science di Institute Baltimore mengatakan, eksplorasi gerakan galaksi dalam 3D mengungkapkan bagaimana galaksi dapat berevolusi dan apa yang menciptakan dan mempengaruhi fitur dan perilaku mereka.

“Kami dapat melakukan ini dengan menggunakan paket dua data yang berkualitas tinggi yang dirilis oleh pantauan Gaia Eropa,” kata dia merujuk tangkapan Gaia pada April tahun lalu.

Pekerjaan tersebut memungkinkan tim untuk menentukan tingkat rotasi Galaksi Bima Sakti dan Galaksi Andromeda dengan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Dari data yang diperoleh Gaia dan analisis informasi arsip, tim studi memetakan bagaimana kedua galaksi tersebut bergerak melalui ruang di masa lalu dan ke mana mereka akan pergi selama beberapa miliar tahun ke depan.

Model-model tim memberikan tanggal yang lebih lambat dari perkiraan bahwa Andromeda dan Bima Sakti lebih dari sekadar menyamping daripada tabrakan langsung. Karena jarak antarbintang cukup besar, kemungkinan tata surya kita akan terganggu oleh penggabungan keduanya. Tabrakan antara kedua galaksi tersebut diprediksi akan menghidupkan langit malam bagi makhluk apapun yang ada di bumi 4,5 miliar tahun dari sekarang.

“Gaia memang dirancang terutama untuk memetakan bintang-bintang di dalam Bima Sakti,” kata dia.

Kendati demikian, lanjutnya, data studi terbaru menyebutkan bahwa satelit itu melebihi harapan dan dapat memberikan wawasan unik tentang struktur dan dinamika galaksi di luar wilayah kita sendiri. Semakin lama mengamati pergerakan kecil galaksi-galaksi di langit, kata dia, pengukuran akan menjadi lebih tepat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES