Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Burung Temukan Tujuan Migrasi Baru

Jumat 08 Feb 2019 21:52 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Migrasi burung (ilustrasi)

Migrasi burung (ilustrasi)

Foto: EPA/Jim Lo Scalzo
Bendungan Gorano memiliki tempat penampungan air buatan manusia di daerah terpencil.

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Perairan hangat di Pakistan telah lama menjadi tujuan buat jutaan burung yang bermigrasi dari Siberia. Mereka bermigrasi guna menghindari udara musim dingin yang menggigit tulang setiap tahun.

Namun, jumlah burung migrasi telah merosot drastis selama beberapa tahun belakangan ini. Sebabnya tak lain adalah karena perburuan besar oleh pemburu baik lokal maupun asing.

Meskipun demikian burung yang bernasib nahas tersebut telah menemukan lahan basah baru. Burung-burung ini aman dari kekhawatiran terhadap perburuan. Tempat itu adalah Bendungan Gorano.

Baca juga: Mengapa Suhu Udara Dingin Bisa Mematikan?

Bendungan Gorano memiliki tempat penampungan air buatan manusia di daerah terpencil Gurun Thar. Bendungan yang dipenuhi air asin yang dipompa ke luar gara-gara praktek pertambangan batu bara secara besar di wilayah itu dan untuk menghasilkan listrik.

Tempat tersebut, yang berada di Daerah Gorano di Kabupaten Tharparkar. Lokasinya berada di sekitar 347 kilometer dari Karachi.Terbentang di lahan lebih dari 1.500 acre, menarik perhatian banyak burung yang mengkonsumsi ikan, kata satu laporan dari Uni Internasional bagi Pelestarian Alam (IUCN) setelah survei geologi belum lama ini.

Sebagian spesies, kata laporan itu bahkan mulai berkembang-biak di puncak pohon yang sebagian batangnya terendam air.

"Karena perubahan iklim, kesehatan tanah basah di Pakistan telah memburuk dalam beberapa tahun belakangan ini. Dalam kondisi ini, pemompaan di bendungan air baru adalah tanda sambutan," kata Mahmood Akhtar Cheema, Wakil Pakiatan di IUCN, kepada Anadolu.

Menurut survei ekologi IUCN, katanya, Bendungan Gorano relatif aman buat burung migrasi. Hal ini disebabkan karena rendahnya kadar garamnya dibandingkan dengan tanah basah lain di negeri itu.

Namun, ia mengatakan, survei ekologi tersebut masih menunjukkan langkah lebih jauh untuk menyediakan lingkungan hidup yang lebih baik buat burung migrasi.

Setiap tahun, lebih dari satu juta burung menempuh jarak yang melelahkan 4.500 kilometer untuk bermigrasi dari Siberia untuk mencari perairan sedang guna melewati cuaca musim dingin yang berat. "Studi ilmiah diperlukan untuk memperkirakan jumlah yang pasti," kata dia.

Tujuan akhir burung itu ialah India, tapi hewan itu singgah di beberapa danau dan tempat penampungan air di Pakistan, terutama di Provinsi Sindh, Pakistan Selatan.

Burung tersebut meliputi burung puyuh houbara, burung bangau, teal, itik utara, itik jantan, angsa, spoonbill, burung perandai, dan pelikan.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA