Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Peneliti Bertemu dengan Hiu Putih Terbesar di Hawaii

Sabtu 19 Jan 2019 09:28 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Andri Saubani

Hiu Putih. Ilustrasi

Hiu Putih. Ilustrasi

Foto: Google
Peneliti mendorong Undag-undang perlindungan hiu di Hawaii.

REPUBLIKA.CO.ID, HAWAII -- Seorang peneliti hiu, Ocean Ramsey, terlihat berhadapan langsung dengan salah satu hiu kulit putih raksasa terbesar yang pernah dicatat. Dia hendak menggunakan penemuan mereka sebagai kesempatan untuk mendorong Undang-undang yang akan melindungi hiu di Hawaii.

Ocean Ramsey yang juga konservasionis hiu, mengatakan kepada Associated Press bahwa, ia menemukan hiu sebesar 20 kaki (6 meter) pada Selasa (16/1) sedang berada di dekat paus sperma yang mati di Oahu. Momen ini didokumentasikan dan dibagikan di media sosial oleh tunangannya yang sekaligu mitra bisnisnya, Juan Oliphant.

Departemen pertanahan dan sumber daya alam Hawaii mengatakan, mereka mengetahui foto-foto 'si putih besar' dan hiu macan yang juga memakan bangkai ikan paus. Oliphant, yang memotret gambar yang sekarang viral, mengatakan, tidak jelas apakah hiu adalah Deep Blue yang terkenal, diyakini sebagai hiu putih raksasa terbesar yang pernah direkam.

"Dia terlihat seperti itu sekarang. Mungkin bahkan lebih menarik bahwa ada hiu putih besar yang sangat besar, Anda tahu, super besar di luar sana. Karena populasi mereka sangat berkurang," kata Oliphant, dilansir dari The Guardian, Sabtu (19/1).

Ramsey, yang mengoperasikan One Ocean Diving and Research dengan Oliphant yang berbasis di Oahu, mengatakan dia telah mendorong sebuah undang-undang yang akan melarang pembunuhan hiu dan pari di Hawaii beberapa tahun terakhir, dan berharap tahun ini tindakan itu akan menjadi hukum.

Dia mengatakan gambar-gambar renangnya di sebelah hiu putih besar besar membuktikan bahwa pemangsa itu harus dilindungi, bukan ditakuti. Namun tentu, kata dia, masyarakat umum diharapkan tidak dengan ceroboh masuk ke air bersama para raksasa, terutama di sekitar sumber makanan seperti bangkai paus yang membusuk.

Selain itu, Ramsey mengatakan, dengan pelatihan yang ekstensif dan waktu yang dihabiskan untuk mempelajari perilaku hiu telah membuat tim dan pelanggannya aman. Dia mengajari orang-orang tentang bagaimana bertindak, dan yang lebih penting, bagaimana untuk tidak bertindak ketika mereka menemukan hiu di dalam air.

Ramsey mengaku telah berenang bersama hiu besar dalam perjalanan penelitian ke Pulau Guadalupe, Meksiko, dan juga memimpin wisata selam hiu bebas keramba. Namun. Kata Ramsey, tidak seperti banyak mamalia laut lainnya, hiu bukan spesies yang dilindungi oleh pemerintah federal, meskipun ada hukum yang melarang penjualan sirip mereka.

"Tidak ada banyak simpati untuk hiu karena cara mereka digambarkan di media dan mereka tidak memiliki penampilan yang lucu dan suka dimanja. Anda tidak bisa membenci mereka karena menjadi pemangsa. Kami membutuhkannya untuk ekosistem laut yang sehat," kata Ramsey.

Ramsey dan Oliphant ingin memastikan bahwa orang-orang menyadari bahwa gigitan hiu jarang terjadi. "Gagasan bahwa mereka melihat orang-orang sebagai sumber makanan, itu adalah 'sampah' dan perlu dibuang jauh-jauh karena benar-benar pada akhirnya mengarah pada kematian hewan-hewan ini," kata Oliphant.

Selain itu, Ramsey mengatakan hal itu mengesankan bahwa 'si putih besar' itu selamat dari tantangan perangkap kematian manusia. "Aku tidak tahu berapa usianya. Tapi baginya untuk bertahan hidup melalui begitu banyak perikanan garis panjang dan, kamu tahu, jaring insang dan jaring tim dan nelayan yang mungkin membunuhnya karena mereka pikir dia adalah monster ... itu sangat istimewa," jelas dia.

Diketahui, Undang-undang perlindungan hiu, disponsori oleh senator negara bagian Hawaii Mike Gabbard, direncanakan akan diperkenalkan kembali tahun ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA