Selasa, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 Februari 2019

Selasa, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 Februari 2019

Cina Tumbuhkan Benih Tanaman Pertama di Bulan

Kamis 17 Jan 2019 16:27 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Tim ilmuwan dari Universitas Chongqing merancang eksperimen bernama

Tim ilmuwan dari Universitas Chongqing merancang eksperimen bernama

Foto: The Guardian/AFP
Di dalam Chang'e 4 tim mengirim wadah berisi udara, air, tanah dan tanaman

REPUBLIKA.CO.ID,  BEIJING -- Benih tanaman yang dibawa ilmuwan Cina ke bulan menggunakan pesawat luar angkasa Chang'e 4 dilaporkan telah bertunas. Perkembangan itu terekam dari serial foto yang dirilis oleh Advanced Technology Research Institute di Universitas Chongqing.

"Ini pertama kalinya manusia melakukan eksperimen pertumbuhan biologis di bulan," kata Xie Gengxin yang memimpin dan merancang percobaan, dikutip dari laman The Guardian.

Baca Juga

Kecambah tanaman itu ditempatkan pada struktur khusus serupa kisi di dalam tabung, dibawa pendarat Chang'e awal bulan ini ke bulan. Sebelumnya, tanaman sudah berhasil ditumbuhkan di stasiun luar angkasa internasional, tetapi perdana tumbuh di bulan.

Kemampuan menumbuhkan tanaman di luar angkasa dipandang penting untuk misi luar angkasa jangka panjang. Menanam tumbuhan yang bisa dimakan tentunya membuat para astronot bertahan lebih lama tanpa harus kembali ke Bumi untuk mengambil persediaan.

Keberhasilan awal eksperimen menumbuhkan tanaman itu menjadi langkah besar bagi Cina. Apalagi, mengingat negara tersebut berambisi menjadi yang terdepan terkait penjelajahan ruang angkasa.

Tim ilmuwan dari Universitas Chongqing merancang eksperimen bernama "minilunar biosfer" itu. Mereka mengirim wadah berukuran 18 sentimeter berisi campuran udara, air, dan tanah ke bulan bersama tanaman.

Di dalamnya, terdapat kapas, telur lalat buah, ragi, beserta benih kentang dan arabidopsis, semacam tanaman berbunga dari keluarga mustard. Gambar perkembangan dikirim oleh roket riset sehingga bisa dimonitor oleh tim.

Chang'e 4 juga dilengkapi instrumen untuk mengetahui radiasi kosmik serta interaksi antara panas matahari dan permukaan bulan. Perangkat dikembangkan tim ilmuwan dari Swedia, Jerman, dan Cina.

Setelah misi tersebut, Cina merencanakan empat misi lain ke bulan. Jadwal terdekat adalah Chang'e 5 yang bakal diluncurkan akhir 2019. Roket riset itu akan mengembalikan sampel bulan yang diambil sejak 1970-an ke Bumi.

"Tim kami masih mendiskusikan dan memverifikasi kelayakan proyek berikutnya, tetapi kami berharap ada tiga misi lagi sesudah Chang'e 5," kata Kepala Deputi Badan Antariksa Nasional Cina (CNSA) Wu Yanhua.

Berdasarkan keterangan Wu, misi Chang'e 6 sesudah Chang'e 5 dirancang untuk mengambil sampel di kutub selatan bulan. Selanjutnya, Cina mengirim roket riset yang melakukan survei komprehensif di area itu. 

Sederet misi selanjutnya mengarah pada persiapan konstruksi basis riset Cina di bulan, dengan menerapkan teknologi tiga dimensi. Wu juga mengatakan, Cina akan mengirim roket riset ke planet Mars pada 2020.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES