Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Ribuan Penguin Betina Terdampar di Amerika Utara

Rabu 09 Jan 2019 19:14 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

Penguin Magellan betina yang terdampar karena gagal pulang dari migrasi di Amerika Utara.

Penguin Magellan betina yang terdampar karena gagal pulang dari migrasi di Amerika Utara.

Foto: Takashi Yamamoto
Kemungkinan penguin betina terjebak arus kuat sehingga tidak mampu berenang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ribuan penguin Magellan terdampar di Amerika Utara. Penguin Magellan adalah spesies burung hitam putih ukuran sedang yang berasal dari wilayah Patagonia, Amerika Selatan.

Penguin jantan dan betina bermigrasi ke utara menuju Uruguay dan Brasil untuk berburu ikan teri. Namun, selama beberapa dekade terakhir, para ilmuwan mengamati beberapa penguin berenang terlalu jauh ke utara ratusan mil jauhnya dan terjebak di sana. Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan 7 Januari 2019 dalam jurnal Current Biology, setiap tahun ribuan penguin Magellan gagal pulang dari migrasi.

Sebagian terdampar di pantai Uruguay, Argentina, dan Brasil. Penguin lainnya ada yang mati dengan perut kosong atau tercemar dengan sampah plastik. Anehnya, sekitar dua pertiga dari penguin yang terdampar adalah betina.

Penulis utama studi baru sekaligus seorang peneliti di Institute of Statistical Mathematics di Tokyo, Takashi Yamamoto ingin mengetahui apa yang terjadi dan mengapa penguin betina menderita secara tidak proporsional.

Jadi, ia dan beberapa koleganya menandai sekelompok kecil 14 penguin Magellan (delapan jantan dan enam betina) dengan monitor pergelangan kaki GPS, lalu mengamati di mana burung-burung itu tersesat setelah periode perkembangbiakan mereka berakhir pada awal 2017.

Setelah beberapa bulan pengamatan, tim melihat pola yang jelas. Selama migrasi musim semi dan musim panas, penguin jantan cenderung menyelam lebih dalam dan lebih dekat dengan tempat pengembangbiakan Patagonian mereka. Sementara penguin betina berenang lebih dekat ke permukaan air, tetapi bermigrasi secara signifikan lebih jauh ke utara daripada penguin jantan.

Di sana, di perairan dekat Uruguay dan Brasil selatan, penguin itu mendekati titik-titik penguin yang dikenal luas. Menurut para peneliti, tempat terdampar ini seperti tepi sungai dekat kota Buenos Aires di Argentina utara. Kemungkinan penguin terjebak arus kuat yang mencegah burung bertubuh lebih kecil berenang dan juga disebabkan ancaman buatan manusia.

"Ini (ancaman) termasuk polusi air yang disebabkan oleh pengembangan minyak dan transportasi laut serta bahaya terkait perikanan, seperti tangkapan sampingan dan menipisnya spesies mangsa," kata Yamamoto seperti yang dikutip di laman Live Science.

Alasan penguin betina terdampar secara tidak proporsional dibandingkan dengan jantan diduga karena ukuran tubuh. Menurut para peneliti, penguin Magellan betina lebih kecil daripada jantan, yang bisa membuat mereka lebih sulit untuk bersaing dalam mencari makanan di perairan selatan yang ramai atau untuk melawan arus kuat di utara.

"Tubuh yang lebih kecil juga berarti sensitivitas yang lebih besar terhadap suhu lautan," kata Yamamoto.

Ini bisa memberi betina yang bertubuh kecil pilihan untuk mengejar perairan yang lebih hangat ke utara menuju khatulistiwa dan untuk menghindari penyelaman yang dalam ke lautan yang dingin dan gelap. Studi kecil ini hanya langkah pertama menuju memahami penyebab dan skala dari untaian burung misterius.

Tetapi, menurut Yamamoto, ini sangat jelas. Jika semakin sedikit betina yang kembali ke tempat pembiakan setiap tahun, kelangsungan hidup seluruh populasi penguin Magellan bisa berisiko punah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA