Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Jutaan Orang Gunakan 123456 Sebagai Kata Sandi

Senin 22 Apr 2019 07:18 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda

Password (ilustrasi)

Password (ilustrasi)

Foto: WISE GEEK
Pengguna internet disarankan tak menggunakan kata sandi yang mudah ditebak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian mengungkapkan jutaan orang menggunakan kata sandi yang mudah ditebak pada akun sensitif. Analisis oleh National Cyber Security Center (NCSC) Inggris menemukan 123456 adalah kata sandi yang paling banyak digunakan pada akun pribadi.

Penelitian ini membantu mengungkapkan kesenjangan dalam pengetahuan dunia maya yang dapat membuat orang dalam bahaya dieksploitasi. NCSC mengatakan orang-orang harus merangkai tiga kata acak. Angka-angka acak tersebut harus mudah diingat sebagai kata sandi yang kuat.

Untuk survei maya pertamanya, NCSC menganalisis basis data publik dari akun yang dilanggar untuk melihat kata dan frasa mana yang digunakan orang. Puncak daftar adalah 123456 muncul di lebih dari 23 juta kata sandi.

Kedua yang paling populer adalah 123456789. Sementara yang lainnya di lima teratas termasuk “qwerty”, “password”, dan “1111111”.

Nama yang paling umum untuk digunakan dalam kata sandi adalah Ashley, diikuti oleh nama Michael, Daniel, Jessica, dan Charlie. Untuk tim sepak bola Liga Premier, orang paling banyak menggunakan Liverpool, kemudian Chelsea. Band Blink-182 menduduki nomor satu bila berkaitan dengan musik.

“Orang-orang yang menggunakan kata-kata atau nama-nama terkenal untuk kata sandi membuat orang berisiko diretas,” kata Direktur Teknis NCSC, Dr Ian Levy, seperti yang dilansir dari BBC, Ahad (21/4).

“Tidak seorangpun boleh melindungi data sensitifnya dengan sesuatu yang dapat ditebak, seperti nama depan mereka, tim sepak bola lokal atau band favorit,” ujarnya.

Selain itu, NCSC juga menanyai orang-orang tentang kebiasaan dan ketakutan soal keamanan mereka. Sebanyak 42 persen ternyata takut akan kehilangan uang karena penipuan daring.

Hanya 15 persen mengatakan mereka merasa yakin cukup tahu untuk melindungi diri mereka secara daring. Sementara itu, kurang dari setengah responden yang ditanyai menggunakan kata sandi terpisah yang sulit ditebak untuk akun surel utama mereka.

Pakar keamanan Troy Hunt, yang mengelola database data akun yang diretas, mengatakan memilih kata sandi yang baik adalah kendali tunggal terbesar yang dimiliki orang atas keamanan daring mereka.

“Memberitahu orang-orang kata sandi mana yang banyak digunakan mendorong pengguna untuk membuat pilihan yang lebih baik,” kata Hunt.

Survei ini diterbitkan menjelang konferensi Cyber UK NCSC yang akan diadakan di Glasgow mulai 24-25 April.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA