Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Twitter Masih Jadi Tempat Bertemunya Ketertarikan yang Sama

Rabu 05 Dec 2018 14:01 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari

Twitter

Twitter

Foto: EPA
Tahun 2018 dianggap sebagai kebangkitan kembali Twitter di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat kerap mengikuti tren saat memilih penggunaan akun media sosial. Tren penggunaan media sosial juga biasanya didasari platform yang melakukan pembaruan dan inovasi secara berkala.

Dwi Adriyansyah, Country Industry Twitter Head Indonesia dan Malaysia, mengatakan pengguna Twitter memiliki kecenderungan dalam percakapan. Mereka bertemu karena memiliki kedekatan, ketertarikan yang sama terhadap suatu informasi. Terkait inovasi, Twitter juga mengembangkan diri sesuai identitas platform  dan kebutuhan pengguna.

"Kecenderungan tidak hanya di Indonesia, tapi di juga seluruh dunia, di saat platform lain mindset-nya look at me (lihat saya), kalau di Twitter, orang mencari konten apa, orang datang dengan discovery mindset, ketertarikan yang sama. Ternyata mereka juga ingin engange (keterikatan/interaksi)," kata Dwi di Jakarta, Rabu (5/12).

Kecenderungan percakapan di Twitter juga, menurut Dwi, tidak selalu identik diskusi berat, semisal politik. Konten paling banyak dibicarakan, termasuk hiburan dan atau olahraga. Bahkan Twitter populer dengan tagar-tagar receh yang diperankan besar oleh generasi milenial.

"Orang datang ke Twitter untuk cari informasi. Percakapan dari Twitter juga bisa terdistribusi ke platform lain, misalnya ke portal berita, televisi," lanjut Dwi.

Tahun 2018 dianggap menjadi kebangkitan Twitter. Dwi menambahkan di tengah isu-isu seperti saham Twitter anjlok, pengguna meninggalkan Twitter lainnya, data penggunaan harian Twitter di Indonesia justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengguna di Indonesia justru melebihi penggunaaan harian global bahkan angkanya dua digit. Dari segi konten, meningkat lebih dari 120 persen, meningkat 300 persen dari konsumsi video langsung dibandingkan tahun sebelumnya.

Dia menambahkan, ada tiga area menarik media sosial Twitter, seperti banyak percakapan tentang situs belanja yang peningkatannya sekitar 20 persen, industri teknologi keuangan dan area wisata yang mengalami pertumbuhan lebih dari 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Untuk inovasi berikutnya, kita tunggu saja, yang pasti kita banyak lakukan perubahan. Misalnya untuk live video juga bisa dilihat di bagian atas oleh para followers, ada blueroom juga," ungkapnya.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA