Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Belajar Bijak Menggunakan Teknologi

Selasa 28 Agu 2018 15:11 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Oorth bekerja sama dengan Rumah Zakat menyelenggarakan program talkshow bertajuk 'Berkolaborasi untuk Berbagi' di Yayasan Al-Ihtimam Grogol, Sukoharjo, Sabtu (25/8).

Oorth bekerja sama dengan Rumah Zakat menyelenggarakan program talkshow bertajuk 'Berkolaborasi untuk Berbagi' di Yayasan Al-Ihtimam Grogol, Sukoharjo, Sabtu (25/8).

Foto: oorth
Oorth dapat menjadi wadah pegiat komunitas untuk melakukan crowdsourcing.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO -- Internet mempunyai banyak dampak positif dan negatif yang harus dipahami baik bagi orangtua maupun anak-anak. Tidak heran jika pemahaman penggunaan internet dan teknologi yang bijak menjadi pekerjaan rumah besar pagi masyarakat utamanya orang tua.

Oorth, aplikasi digital wallet dan donasi bagi komunitas bekerja sama dengan Rumah Zakat menyelenggarakan program talkshow bertajuk 'Berkolaborasi untuk Berbagi' di Yayasan Al-Ihtimam Grogol, Sukoharjo, Sabtu (25/8). Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang penggunaan teknologi  dan internet positif. Tema tersebut merupakan respons atas maraknya kasus-kasus cyberbullying, fenomena hoaks, bahkan hingga kasus pornografi yang tesebar luas di internet.

Persebaran informasi yang begitu cepat dan masif membuat banyak orang semakin bingung bagaimana menyikapi dan memberikan pemahaman kepada anak-anaknya. Internet sudah menjadi hal yang adiktif. “Sekarang itu ada istilah baru yaitu narkotima, narkotika lewat mata. Banyak konten-konten negatif yang seharusnya bukan menjadi materi konsumsi terutama pada anak-anak,” kata CEO Oorth Krishna Adityangga.

photo
Oorth bekerja sama dengan Rumah Zakat menyelenggarakan program talkshow bertajuk 'Berkolaborasi untuk Berbagi' di Yayasan Al-Ihtimam Grogol, Sukoharjo, Sabtu (25/8).

Oorth mengundang Siti Rohimah sebagai pembicara. Sebanyak puluhan orangtua terlihat antusias menyimak pemaparan materi yang disampaikan langsung oleh praktisi konseling dan psikologi Yayasan Al-Firdaus Solo tersebut.

“Kita ini mau nggak mau memang harus menggunakan internet. Internet menjadi bagian dari globalisasi. Kita terlibat dalam proses globalisai. Apalagi penduduk Indonesia itu ada separuh lebih yang menggunakan internet,” ujar Siti Rohimah.

Perkembangan anak pada usia 3-7 tahun masih menggunakan keteladanan orang lain untuk menjadi tolak ukur perilakunya. Sebagai orangtua harus mampu mengontrol anak-anaknya, apalagi saat mereka menggunakan gadget. Itu akan memengaruhi sikap dan perilakunya di masa yang akan datang.

“Kita sampaikan kebenaran tentang teknologi kepada anak-anak. Sehingga anak-anak tahu mana hal-hal positif dan negatifnya. Kita juga harus sering-sering mengontrol, jangan dibiarkan tanpa ada pengawasan orang tua,” kata Siti Rohimah.

Ia menambahkan tidak semua gim itu buruk bagi anak-anak. Tergantung kontennya seperti apa. Begitupun dengan media sosial. Ada kalanya menjadi negatif saat mengumbar-umbar hal pribadi secara berlebihan namun juga menjadi positif ketika memberikan banyak manfaat untuk orang lain.

Oorth menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang. Sebagai aplikasi media sosial berbasis komunitas, Oorth dapat menjadi wadah bagi pegiat komunitas untuk melakukan kegiatan komunitasnya secara online, termasuk penggalangan dana dan crowdsourcing.

Pada akhir acara Oorth kemudian membagikan daging kaleng Superqurban hasil kerja sama dengan Rumah Zakat kepada para penghuni dan pengurus Yayasan Al-Ihtimam. Superqurban merupakan daging kurban yang diolah menjadi rendang dan kornet dalam kaleng. Sehingga daging dapat dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA