Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Cegah Timbunan Utang, Australia Tutup Akses Bitcoin

Rabu 28 Feb 2018 17:28 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri

Bitcoin (ilustrasi).

Bitcoin (ilustrasi).

Foto: voa
ikap tersebut diambil berdasarkan penurunan nilai mata uang virtual yang merosot

REPUBLIKA.CO.ID,Australia j SYDNEY -- uga mengambil langkah serupa. Commenwelth Bank sebagai bank multinasional terbesar di Australia sudah melarang pelanggannya untuk tidak membeli bitcoin dan sejenisnya menggunakan kartu kredit.

The Sidney Morning Herald melaporkan, Commonwealth Bank sudah mengirim laporan berbentuk pesan teks pada nasabah untuk memberikan peringatan tersebut sejak awal Februari. Sikap tersebut diambil berdasarkan penurunan nilai mata uang virtual yang merosot lebih dari 50 persen dari puncaknya di tahun lalu.

Tindakan para bank-bank raksasa di dunia tersebut pada dasarnya cukup masuk akal. Penurunan tajam harga bitcoin dapat menimbulkan hutang besar bagi nasabah sehingga berimbas risiko ekstra untuk bank. Commonwealth Bank khawatir risiko tersebut juga berpengaruh terhadap keuangan nasabah.

Berdasarkan data Commonwealth Bank, nasabah meminjam untuk investasi aset volatile sejenis cryptocurrency memiliki tingkat bunga kartu kredit mendekati 20 persen. Commonwealth Bank tidak membatasi atau memblokir nasabah membeli bitcoin dengan uang pribadi, seperti menggunakan kartu debit atau rekening transaksi.

Sifat mata uang virtual tidak diatur dalam regulasi dan sangat fluktuatif. Hal tersebut digunakan Commonwealth Bank sebagai acuan demi melindungi para nasabah. Commonwealth Bank merupakan bank dengan nasabah kartu kredit terbesar di Australia, yakni menguasai seperempat pasar dengan jumlah keseluruhan pengguna mencapai 53 miliar dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA