Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Mengetahui Lebih Detail tentang Ransomware WannaCry

Senin 15 Mei 2017 13:42 WIB

Rep: Kamran Dikrama/ Red: Bilal Ramadhan

Ransomware

Ransomware

Dari mana penyebarannya?

Peneliti siber asal Inggris Chris Doman dari AlienVault mengatakan bahwa ransomware tampaknya menargetkan berbagai negara. Dengan bukti awal, yakni adanya infeksi di setidaknya 24 negara menurut para ahli di tiga perusahaan keamanan siber.

Menurut Doman, serangan ransomware dengan cakupan luas telah muncul setidaknya di delapan negara Asia dan belasan negara Eropa, Turki, Uni Emirat Arab, Argentina, dan tampaknya mengincar seluruh dunia.

Apa istimewanya WannaCry?

WannaCry bukan hanya program ransomware, tapi juga worm. Ini berarti setelah WannaCry masuk ke dalam satu unit komputer, ia akan mencari jaringan komputer lainnya untuk menyebarkan diri dan berkembang biak sebanyak dan seluas mungkin.

Ransomware memiliki kebiasaan bermutasi dan karenanya sering berubah-ubah seiring berjalannya waktu untuk menemukan berbagai cara guna mengakses komputer atau mengatasi hambatannya (pembaruan sistem operasi yang sering mencakup pembaruan sistem keamanan).

Siapa yang berada di balik serangan siber?

WannaCry mengeksploitasi kerentanan dalam sistem operasi Windows yang diyakini telah dikembangkan oleh badan kriptografi Amerika Serikat, National Security Agency (NSA). Data terkait WannaCry ini bocor dari NSA, kemudian disebarkan oleh kelompok Shadow Brokers di internet.

Shadow Brokers mengatakan mereka mendapatkan perangkat lunak berbahaya itu dari peladen rahasia NSA. Identitas Shadow Brokers tidak diketahui secara pasti. Walaupun banyak pakar keamanan percaya bahwa kelompok yang muncul pada 2016 ini memiliki kaitan dengan pemerintah Rusia.

Apa yang bisa dilakukan untuk hadapi WannaCry?

Beberapa perusahaan keamanan siber mengatakan WannaCry mengeksploitasi kerentanan di Microsoft. Microsoft sendiri telah merilis sistem keamanan terbaru pada bulan Maret untuk mengantisipasi serangan semacam ini.

Namun disayangkan, masyarakat tidak selalu menginstal pembaruan sistem keamanan di komputernya. Hal ini berarti kerentanan terhadap perangkat tetap terbuka dan mempermudah peretas untuk masuk.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA