Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Cina Sensor Akun Intelektual di Media Sosial

Rabu 15 May 2013 20:30 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Yudha Manggala P Putra

Media Sosial

Media Sosial

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina mengendalikan media sosial mikroblogging untuk mencegah apa yang mereka sebut penyebaran arus pemikiran keliru. Mereka menutup akun milik penulis dan intelektual yang menyoroti ketidakadilan sosial.

Sensor ketat di media sosial Cina membuat debat publik. Namun, otoritas setempat terlihat meningkatkan kontrol tersebut. Kampanye baru-baru ini memperingatkan publik yang menyebarkan rumor dan meminta pengguna mendaftar dengan nama asli.

Guardian melaporkan pengetatan tersebut dinilai sebagai kampanye ideologis yang lebih luas dari pemimpin baru. Partai pemerintah menginstruksikan pejabat untuk mengatasi nilai-nilai barat yang berbahaya dan berpotensi menjadi ancaman.

Surat kabar setempat The South China Morning Post melaporkan pekan lalu universitas diberitahu untuk tidak mengajarkan tujuh mata pelajaran termasuk nilai-nilai universal, hak-hak sipil, dan kesalahan dari Partai Komunis.

Media diperingatkan untuk tidak menggunakan konten berita asing tanpa izin dari regulator Cina. Berita dari informan, freelancer, LSM, dan organisasi komersial lainnya tidak boleh dipublikasikan tanpa verifikasi penuh.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA