Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

CEO Huawei Akui Seorang Penggemar Iphone

Jumat 24 May 2019 12:21 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Indira Rezkisari

Pengguna ponsel melewati iklan Huawei p30 di Beijing, China.

Pengguna ponsel melewati iklan Huawei p30 di Beijing, China.

Foto: AP
Menurut CEO Huawei, seseorang tidak boleh memiliki pikiran sempit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO dan pendiri Huawei Ren Zhengfei telah membuat sebuah pengakuan yang seharusnya tak mungkin dia lakukan. Dia mengaku bahwa dia adalah penggemar berat salah satu saingan terbesar pembuat ponsel pintar Cina, yaitu Iphone dari Apple.

Baca Juga

Dilansir dari The Independent, Jumat (24/5), Zhengfei berbicara kepada media pemerintah dan mengungkapkan dia membeli Iphone Apple untuk keluarganya. Hal itu dilakukannya saat dia meninggalkan Cina.

"Iphone memiliki ekosistem yang baik dan ketika keluarga saya berada di luar negeri, saya masih membeli Iphone. Jadi orang tidak bisa berpikir sempit, bila cinta untuk Huawei harus berarti mencintai ponsel Huawei," katanya, menurut South China Morning Post.

Ucapannya merupakan respons dari bos Huawei atas perintah di Cina untuk memboikot perusahaan AS itu sebagai perlawanan terhadap Pemerintah AS. Perintah itu pun diumumkan Huawei baru-baru ini.

Setelah menempatkan Huawei pada daftar entitasnya awal pekan ini, raksasa ponsel cerdas Cina hanya memiliki tiga bulan. Setelahnya, Huawei akan diblokir dari menerima pembaruan Android dari Google.

Hanya saja, Huawei belum memberikan komentar lebih lanjut, meskipun telah dihubungi. Zhengfei hanya mengklaim AS telah meremehkan kekuatan perusahaannya dan mengatakan Huawei siap beroperasi tanpa bergantung pada perusahaan AS.

"Lisensi sementara AS, 90 hari untuk melakukan bisnis dengan Google, tidak memiliki banyak dampak pada kami, kami siap," katanya awal pekan ini.

Presiden Trump mengklaim larangan berkaitan dengan kekhawatiran atas dugaan hubungan perusahaan dengan pemerintah Cina. Cina ditakutkan menggunakan perangkat Huawei sebagai alat pengawasan.

Akan tetapi, sebenarnya tidak ada bukti yang dibagikan secara publik untuk memverifikasi kecurigaan ini. Meskipun potensi keuntungan akan dibuat di negaranya sendiri dari boikot Apple, bos Huawei menentang menghukum Apple karena kebijakan pemerintah AS.

Di luar kesukaannya sendiri pada produk-produk Apple, karyawan Huawei lainnya juga tertangkap menggunakan Iphone. Awal tahun ini, cicitan dari akun resmi Huawei ditandai "via Twitter untuk Iphone."

Akibatnya, dua karyawan yang bertanggung jawab atas kesalahan itu dilaporkan diturunkan jabatannya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA