Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Google Blokir Lisensi Android untuk Huawei

Senin 20 May 2019 13:15 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Huawei

Huawei

Foto: EPA
Huawei akan kehilangan akses ke Google Play Store

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Google telah melakukan langkah yang dianggap menjadi pukulan terbesar untuk perusahaan telekomunikasi terbesar Cina, Huawei. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu memblokir lisensi Android untuk Huawei. Huawei selama ini  mengandalkan sistem operasi Android untuk memberi daya pada perangkat komunikasinya.

Baca Juga

Andorid juga digunakan untuk sistem operasi ponsel pintar Samsung dan LG. Keputusan Google kali ini dipastikan memberi dampak besar kepada Huawei.

Produk baru dari perusahaan Cina itu tidak akan lagi menerima pembaruan Android, yang menghadirkan fitur baru termasuk dalam peningkatan keamanan. Selain itu, perangkat Huawei akan kehilangan akses ke Google Play Store yang dianggap sangat penting agar pengguna dapat mengunduh aplikasi apapun.

Huawei akan dibatasi untuk menggunakan versi umum dari sistem operasi Android Open Source Project. Namun, sistem ini tidak memiliki aplikasi standar seperti Gmail, Google Maps, Google Photos, dan YouTube.

Meski pendistribusian smartphone Huawei dilarang di AS, namun penjualan untuk produk ini sangat besar di Cina dan beberapa negara di Eropa. Karena itu, Huawei dianggap sebagai kompetitor utama dalam hal pangsa pasar, dari perusahaan-perusahaan teknologi Negeri Paman Sam, termasuk Apple yang membuat Iphone.

Dalam laporan The Verge pada awal bulan ini, Huawei telah berada hanya di bawa Samsung dalam penjualan ponsel pintar secara global. Setidaknya, perusahaan ini melakukan pendistribusian produk sebesar 59,1 juta pada kuartal pertama 2019.

Namun, dengan adanya intervensi dari Google kali ini, harapan ekspansi Huawei dianggap dapat lumpuh. Sementara sistem operasi buatan Huawei juga akan memiliki masalah karena sebagian besar aplikasi utama Google tak dapat digunakan dan dinilai akan ditolak oleh banyak pelanggan di negara-negara Barat.

Aplikasi dan layanan Google adalah bagian penting dari perangkat Android. Bagi mereka yang memiliki produk Huawei di Eropa, nampaknya harus mencari alternatif dari apa yang dapat ditawarkan perusahaan Cina tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengatakan bahwa Huawei sebagai perusahaan pembuat peralatan telekomunikasi raksasa Huawei memberi risiko keamanan terhadap negaranya. Dengan adanya resiko itu, pembatasan ekspor, khususnya untuk menjual teknologi AS kepada Huawei akan dilakukan. Pemerintah AS juga mewajibkan Huawei mendapatkan izin terlebih dahulu untuk melakukan pembelian.

Huawei dalam sebuah pernyataan telah menegaskan bahwa pembatasan yang dilakukan AS hanya akan menghambat pengenalan teknologi untuk generasi mendatang. Perusahaan itu mengatakan siap dan bersedia sepenuhnya terlibat dengan Pemerintah AS untuk membuat langkah-langkah efektif terkait keamanan produk.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA