Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Belajar Menghitung Lebih Mudah dengan Metode Kotak-Kotak

Kamis 07 Mar 2019 16:47 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Kepala Litbang Matematika di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Teguh Imam Agus Hidayat.

Kepala Litbang Matematika di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Teguh Imam Agus Hidayat.

Foto: kpm
Metode kotak-kotak telah diujicobakan di berbagai sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belajar menghitung lebih mudah dengan metode kotak-kotak. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa terlepas dari hal-hal yang terkait dengan kegiatan berhitung. Melalui metode kotak-kotak, perhitungan matematika seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian menjadi lebih mudah dipahami.

“Berhitung itu tidak perlu menghafal," kata Kepala Litbang Matematika di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Teguh Imam Agus Hidayat.

Dia menjelaskan bahwa metode kotak-kotak dirancang untuk mempermudah anak dalam berhitung. Metode yang tepat digunakan untuk menanamkan konsep dasar berhitung bagi para siswa kelas bawah (kelas 1 SD sampai kelas 3 SD) serta untuk orang yang tidak suka matematika.

“Anak-anak bisa belajar dengan menggambar kotak-kotak, sesuatu yang konkret bagi anak-anak. Anak-anak langsung melakukan simulasi berhitung dengan kotak-kotak yang tersedia di lembar kerja," ucap dia.

Metode kotak-kotak merupakan hasil kajian Ridwan Hasan Saputra dan Tim KPM yang telah diujicobakan di berbagai sekolah, pesantren, dan berbagai instansi. Metode yang sangat cocok untuk membantu anak-anak yang tidak suka matematika agar lebih mudah memahami perhitungan matematika.

Anak-anak akan lebih menikmati dan senang belajar karena mereka diajak menggambar kotak-kotak terlebih dahulu sebagai strategi untuk berhitung. Proses menggambar ini akan membuat anak aktif membangun pengetahuan.

Karena anak aktif membangun pengetahuan tentang konsep berhitung lewat metode kotak-kotak, pemahaman mereka tentang konsep berhitung bisa lebih baik daripada hanya dijelaskan oleh gurunya saja. Jadi teringat dengan pepatah Cina, “Jika saya dengar, saya lupa. Jika saya lihat, saya ingat. Jika saya lakukan,  saya paham," ucap dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA