Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

Tuesday, 19 Rajab 1440 / 26 March 2019

KPM Tingkatkan Kualitas Guru Sains melalui Pelatihan SNR

Senin 04 Mar 2019 20:34 WIB

Red: Gita Amanda

Pelatihan SNR. Klinik Pendidikan MIPA menggelar pelatihan SNR untuk para guru sekolah dasar.

Pelatihan SNR. Klinik Pendidikan MIPA menggelar pelatihan SNR untuk para guru sekolah dasar.

Foto: Klinik Pendidikan MIPA
Guru merupakan faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan suatu pembelajaran.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Guru merupakan faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) melakukan strategi yang berfokus pada faktor paling penting dalam pembelajaran, yaitu guru. Pada tanggal 28 Februari – 01 Maret 2019, KPM menggelar pelatihan Sains Nalaria Realistik (SNR) di Klinik Pendidikan MIPA, Laladon Ciomas, Bogor.

Baca Juga

Ina Ana Khoeriah selaku Kepala Litbang IPA KPM menyatakan bahwa kegiatan pelatihan SNR ini sangat bermanfaat bagi para guru untuk bisa memiliki keterampilan merancang pembelajaran sains, menerapkan pembelajaran sains dengan pendekatan SNR, dan mengevaluasi pembelajaran sains secara holistik (kognitif, afektif, dan psikomotorik). “Kami berharap para guru bisa mampu membuat para siswanya menghasilkan produk, berproses, dan berpikir ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah yang terkait dengan persoalan sains dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Deputy Leader tim KPM – Indonesia di ajang International Mathematics Science Olympiade 2018 di Zhejiang, Cina ini.

photo

Guru sekolah dasar mendapat pelatihan SNR dari Klinik Pendidikan MIPA.

Para peserta sangat senang dan banyak mendapatkan ilmu baru selama mengikuti pelatihan SNR. Seperti halnya yang diutarakan Arif Purnawan, guru kimia SMK Abdurahman Wahid. Beliau menyampaikan bahwa pelatihan SNR bisa membuat dirinya terpacu untuk menjadi guru yang kreatif. Banyak ide-ide baru dalam pembelajaran sains yang tak terpikirkan sebelumnya.

“Guru itu harus kreatif. Kita tak bisa minta murid kreatif tetapi kita sendir tak kreatif. Saya doakan ilmu SNR ini bisa membumi di Indonesia,” tutur guru yang mengajar di Lamongan ini dengan penuh semangat.

Setali tiga uang dengan pengalaman yang dirasakan Arif Purnawan, Septiani Wahyu Tumurun, guru SD Insan Sejahtera (Sumedang) ini pun mengungkapkan pengalaman serunya mengikuti pelatihan SNR selama empat hari tiga malam. Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu baru. Seperti bagaimana cara merancang pembelajaran sains dan bagaimana caranya memancing kreativitas berpikir anak-anak.

"Suasana pelatihan nyaman dan menyenangkan,” kata pemilik gelar sarjana pendidikan ini.

Septiani mengungkapkan harapannya agar semua guru-guru di Indonesia bisa mendapatkan ilmu SNR. Karena hanya dengan cara itu, pendekatan SNR yang dikembangkan KPM bisa dirasakan manfaatnya oleh para guru di seluruh wilayah Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA