Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Fitur Baru Jojoba untuk Persoalan Mismatch Tenaga Kerja

Sabtu 16 Mar 2019 01:52 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Sejumlah pencari kerja melihat informasi lowongan kerja pada acara Job Fair 38 di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).

Sejumlah pencari kerja melihat informasi lowongan kerja pada acara Job Fair 38 di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Tiga fitur baru tersebut meliputi tes psikometrik, e-learning dan CV download.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Platform pencarian kerja, Jojoba Jobs kini mulai menambah fitur baru dalam menghubungkan para pelamar kerja dan perusahaan. Tiga fitur baru tersebut meliputi tes psikometrik, e-learning dan CV download.

Selaku CEO Aplikasi Jojoba Jobs, Andreas Setiadi mengatakan, hingga saat ini masalah di Indonesia masih terjadinya mismacth antara skill lulusan dengan kebutuhan perusahaan.

“Jadi di sini kami tidak hanya membantu pencari kerja mendapat pekerjaan tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dengan fitur-fitur canggih tersebut,” ungkap Andreas di Jakarta, Jumat (15/3).

Andreas menjelaskan, fitur tes psikometrik disediakan untuk mengukur kompetensi perilaku dari pencari kerja guna mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan mereka dalam bekerja. Selain itu, terdapat laporan tes psikometrik yang dapat diakses oleh pencari kerja, sehingga mereka dapat terbantu untuk mengembangkan potensi, terutama di area kemampuan lunak.

Psikolog Industri dan Organisasi, Ade Hanie juga menyatakan, hasil tes psikometrik dapat dianalogikan sebagai sebuah peta untuk pencari kerja. Dengan adanya peta, pencari kerja akan mengetahui posisi mereka saat ini. Lalu, dapat memetakan langkah apa perlu dilakukan dalam rangka pengembangan diri, guna menjadi pribadi yang lebih unggul, sehingga mempermudah mereka dalam mendapatkan pekerjaan.

“Pada prakteknya, jika saya tahu bahwa kemampuan Komunikasi saya masih kurang, artinya saya harus lebih banyak berlatih dan mengambil kesempatan di kehidupan sehari-hari untuk menyampaikan ide-ide saya,” kata dia.

Andreas menambahkan, Jojoba Jobs juga hadir dengan fitur Rank and Match yang merupakan algoritme penyaringan di Jojoba yang mampu membuat peringkat pelamar paling cocok berdasarkan lowongan pekerjaan yang dibuka perusahaan.

Terkait penyediaan fitur e-learning, dia berharap itu bisa menjadi jembatan atas keterbatasan proses pembelajaran di sekolah. Terlebih, Jojoba Jobs juga telah bekerja sama dengan fitur e-learning yaitu Scola.

Selain itu, fitur CV download juga dinilai penting dan dibutuhkan oleh para pencari kerja. Berdasar pada riset Jojoba mengenai CV, masih banyak lulusan yang belum bisa membuat CV yang inovatif dan efektif dalam menjelaskan keunggulan diri.

“CV itu kesan pertama yang diberikan seorang pelamar kerja kepada perusahaan. Sehingga CV tidak bisa dibuat apa adanya, CV harus betul-betul bida menjadi media menuangkan informasi tentang dirinya,” jelas Andreas.

Untuk menggunakan semua fitur ini, pencari kerja harus mengeluarkan pembayaran. Namun jangan khawatir karena biaya yang harus dibayarkan cukup terjangkau yaitu Rp 25 ribu. Selain itu, pencari kerja juga bisa mendapat cash back sebesar 80 persen jika mengisi profil dab CV hingga tes psikometrik. Cash back tersebut diberikan sebagai bentuk komitmen untuk pencari kerja agar bersungguh-sungguh menunjukkan keseriusannya dalam mencari kerja.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA