Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Kamis, 15 Zulqaidah 1440 / 18 Juli 2019

Meski Pengguna Turun, Twitter Terus Hapus Akun-Akun Palsu

Rabu 15 Agu 2018 16:44 WIB

Rep: Rossi Handayani / Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Media sosial Twitter.

Media sosial Twitter.

Foto: EPA
Sepanjang kuartal kedua 2018, Twitter disebut kehilangan satu juta pengguna aktif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Twitter mengumumkan akan mulai membersihkan layanan mereka dari akun-akun yang mencoba menghindar dari pemblokiran. Dilansir dari laman Techcrunch Rabu (15/8), Twitter mengatakan bahwa akun yang dipermasalahkan adalah pengguna yang sebelumnya telah ditangguhkan akibat ucapan kasar atau berupaya lari dari pemblokiran sebelumnya.

Para pelaku atau pencipta akun palsu ini sepertinya telah mampu mengatasi upaya Twitter untuk menghapusnya dengan menyiapkan akun lain. Perusahaan mengatakan gelombang baru penangguhan akan mencapai pada pekan ini, dan akan berlanjut di pekan mendatang.

Twitter sebenarnya telah mengumumkan melalui pesan cuitan terkait upaya perang melawan akun palsu. Hanya saja tidak dijelaskan cara perusahaan 

mengidentifikasi orang yang sama dan kemudian kembali membuat akun. Selain itu belum diketahui seberapa besar pengaruh larangan ini terhadap jumlah pengguna twitter yang kini terbilang stagnan.

Twitter baru-baru ini memfokuskan pada penangguhan akun secara agresif, sebagai bagian dari upaya untuk membendung arus disinformasi, bot, dan penyalahgunaan layanannya. The Washington Post, misalnya, Juli lalu menyebut Twitter telah menangguhkan sebanyak 70 juta akun antara Mei dan Juni, dan berlanjut pada Juli pada kecepatan yang sama.

Akibatnya pengguna Twitter terus menyusut. CFO Twitter Ned Segal pun segera menyanggah laporan tersebut. Ia mengatakan penghapusan akun-akun ini tidak memengaruhi metrik pengguna perusahaan

Meskipun mereka bukan faktor, basis pengguna Twitter menyusut. Perusahaan ini telah kehilangan satu juta pengguna aktif bulanan di kuartal kedua, dengan 335 juta pengguna secara keseluruhan dan 68 juta di AS. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA