Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tifatul: Industri Animasi Alami Banyak Kemajuan

Selasa 16 Sep 2014 21:08 WIB

Red: Taufik Rachman

Film animasi Sahabat Pemberani.

Film animasi Sahabat Pemberani.

Foto: plus.google.com

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan dunia animasi Indonesia mengalami banyak kemajuan sehingga relatif banyak menerima tawaran order dari negara-negara eropa.

"Teknologi informasi kita seperti animasi perkembangannya bagus sehingga banyak menerima order film-film besar dari Eropa," kata Tifatul usai menyampaikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu (STTT) Nurul Fikri yang bertajuk "Kesiapan SDM IT Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015", Selasa (16/9).

Ia mengatakan bahwa studio-studio animasi telah berkembang relatif sangat cepat, seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Batam. "Studio-studio ini sering menerima order dari luar negeri dibanding dalam negeri," katanya.

Menurut dia, banyak produsen film-film besar membutuhkan keahlian khusus dalam animasi sehingga nilainya sangat tinggi.

Untuk itu, dia berharap dunia pendidikan yang menekuni bidang teknologi informasi bisa terus mengikuti perkembangan teknologi dan menguasainya. Hal ini penting karena pada tahun 2015 akan ada perdagangan bebas kawasan ASEAN.

"Sertifikasi menjadi salah satu prasyarat untuk mendongkrak kualitas dan daya saing SDM teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia," katanya.

Untuk itu. kata Tifatul, dirinya menyambut baik inisiatif sejumlah lembaga pendidikan yang memfasilitasi sertifikasi TI bagi para mahasiswanya.

Tifatul mengatakan bahwa SDM yang bergerak di bidang TIK menghadapi ancaman serius menjelang penerapan MEA 2015 sehingga perlu kesiapan untuk menghadapi ancaman itu.

"Jika SDM nasional taksiap, akan terjadi serbuan tenaga kerja asing yang akan mengisi lapangan kerja di Indonesia," katanya.

Sementara itu, Ketua STT Terpadu NF Rusmanto Maryanto mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negera anggota dan pendiri ASEAN sehingga perlu melihat kesiapan SDM teknologi informasi dalam rangka meningkatkan peluang sekaligus mengatisipasi agenda perdagangan bebas ASEAN pada 2015.

Ia mengatakan bahwa era pasar bebas dan perkembangan teknologi memacu penggunaan transaksi elektronik. Jaringan online menjadi solusi dalam perdagangan dunia sehingga transaksi perdagangan antarnegara meningkat pesat dan menembus batas.

Menurut dia, kontribusi sivitas akademika STT Terpadu Nurul Fikri di bidang teknologi informasi di pemerintahan, khususnya yang terkait dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, misalnya menjadi tenaga ahli dan panitia teknis Standar Nasional Indonesia bidang TI yg telah menghasilkan beberapa SNI terkait dengan tata kelola TI, keamanan informasi, dan dokumen elektronik.

Selain itu, dosen STT-NF menjadi pengajar di pelatihan cyber security Pusinfolahta Mabes TNI, Lembaga Sandi Negara, Mabes Polri, Badan Informasi Geospasial, dan lain-lain.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA