Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

SLS NASA dan Oricon Diperkirakan Terbang pada 2021

Kamis 13 Feb 2020 12:22 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Christiyaningsih

Penerbangan pertama mega roket NASA, Space Launch System (SLS), dan kapsul awak Orion diperkirakan akan dilaksakan pada 2021. Ilustrasi.

Penerbangan pertama mega roket NASA, Space Launch System (SLS), dan kapsul awak Orion diperkirakan akan dilaksakan pada 2021. Ilustrasi.

Foto: Flickr
Sebelumnya SLS NASA dan Oricon dijadwalkan akan terlaksana pada tahun ini

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Penerbangan pertama mega roket NASA, Space Launch System (SLS), dan kapsul awak Orion diperkirakan akan dilaksakan pada 2021. Sebelumnya dua misi tersebut dijadwalkan akan terlaksana pada tahun ini.

Sebuah dokumen baru dari NASA menjelaskan permintaan anggaran 2021 dari Presiden Donald Trump untuk Artemis 1 yang dijadwalkan diluncurkan pada 2021. Meskipun administrator NASA Jim Bridenstine dan pejabat agensi lainnya mengatakan mereka berharap misi itu ditunda, target peluncuran yang diperbarui belum diumumkan secara resmi.

Menurut Direktur Direktorat Misi Operasi dan Eksplorasi Manusia NASA, Doug Loverro, waktu baru untuk misi tersebut sedang ditinjau. NASA berharap mempresentasikan rencana barunya pada Kongres sekitar enam pekan dari sekarang. Meski tertunda, NASA masih bertujuan menempatkan wanita pertama dan pria berikutnya di bulan pada 2024 dengan program Artemisnya.

Dilansir Space pada Kamis (13/2), menurut grafik yang diterbitkan dalam dokumen anggaran TA 2021 NASA, penerbangan kru pertama SLS dan Orion yang disebut Artemis 2 siap diluncurkan pada misi lunar flyby pada 2022, diikuti oleh pendaratan di bulan dengan awak, Artemis 3 pada 2024.

Sementara NASA bersiap untuk menempatkan astronot di permukaan bulan, agensi itu juga akan bekerja untuk meluncurkan berbagai komponen Gateway Lunar. Itu adalah stasiun ruang angkasa kecil yang akan berfungsi sebagai pos terdepan yang mengorbit dekat bulan.

Untuk mencapai permukaan bulan, para astronot pertama-tama akan berlabuh dengan Gateway di pesawat ruang angkasa Orion mereka sebelum menaiki pendarat yang akan mengantarkan mereka sampai ke bulan. Jadi, Gateway perlu dirakit dalam orbit bulan sebelum astronot dapat mendarat di bulan.

Bagian pertama dari Gateway, elemen daya dan daya penggeraknya (APD), dijadwalkan untuk diluncurkan pada 2022 . Kemudian pada 2023 NASA berencana meluncurkan modul pos hunian dan logistik yang akan berfungsi sebagai tempat kru untuk astronot di Gateway.

Selama beberapa bulan terakhir sebelum NASA meluncurkan Artemis 3, tiga komponen tambahan akan bergabung dengan Gateway melalui tiga peluncuran roket komersial terpisah. Peluncuran itu akan mengangkut kendaraan transfer yang akan mengantar pendarat dari Gateway ke orbit bulan yang lebih rendah, modul yang akan membawa astronot turun ke permukaan bulan, dan modul yang akan membawa mereka naik kembali ke kendaraan transfer.

Setelah semua potongan-potongan itu disatukan dalam orbit, NASA akan memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk mengirim astronot ke permukaan bulan. Loverro meyakini NASA akan melakukannya pada akhir 2024.

Namun, beberapa terus mengkritik jadwal ambisius NASA untuk pendaratan di bulan. Bertahun-tahun SLS tertunda, agensi tersebut baru saja mulai membangun elemen-elemen kritis Gateway dan NASA belum mulai membangun pendarat bulan manusia.

Boeing masih bekerja membangun roket SLS pertama untuk Artemis 1. NASA telah meminta agar perusahaan membangun setidaknya 10 roket SLS untuk seluruh program Artemis. Dengan Artemis, NASA bertujuan membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di permukaan bulan setelah pendaratan pada 2024.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA