Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Spesies Tyrannosaurus Baru Ditemukan di Kanada

Rabu 12 Feb 2020 01:00 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Tyrannosaurus rex

Tyrannosaurus rex

Foto: watchuseek.com
Spesies Tyrannosaurus yang ditemukan di Kanada dikenal Thanatotaheristes Degrootorum

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Ahli paleontologi menemukan spesies tyrannosaurus baru yang berkeliaran di Bumi 79,5 juta tahun yang lalu. Laporan ini dipublikasikan setelah mengidentifikasi sebuah fosil yang ditemukan di Kanada.

Spesies tyrannosaurus baru tersebut dikenal sebagai Thanatotheristes degrootorum. Spesies ini merupakan salah satu spesies tertua yang pernah ditemukan di Amerika Utara dan secara langsung terkait dengan Tyrannosaurus rex.

Thanatotheristes degrootorum berperan sebagai dinosaurus predator yang menempati puncak yang menakutkan. Nama tersebut tampaknya terinspirasi dari dewa kematian Yunani Thanatos dan kata Yunani theristes yang diterjemahkan menjadi malaikat maut.
Gabungan keduanya dan mendapatkan nama panggilan yang menakjubkan "Reaper of Death". Nama degrootorum dari nama ini adalah penghormatan kepada John dan Sandra De Groot dari Alberta, Kanada. John De Groot menemukan fragmen fosil saat sedang menaiki bukit di dekat tanah pertaniannya, di dekat Hays, Alberta.
"Thanatotheristes dapat dibedakan dari semua tyrannosaurus lainnya dengan banyak karakteristik tengkorak, tetapi yang paling menonjol adalah punggung vertikal yang membentang sepanjang rahang atas," kata mahasiswa dan penulis studi ini, Jared Voris, Ph.D dalam sebuah pernyataan pers, seperti yang dilansir dari Fox News, Selasa (11/2).
Menurut para ilmuwan, spesies baru ini memiliki panjang 26 hingga 30 kaki dan beratnya sekitar dua ton saat dewasa. Kurator palaeokologi dinosaurus di Royal Tyrell Museum, Francois Therrien mengatakan mereka senang bisa mengumumkan spesies baru tyrannosaurus yang ditemukan di Kanada dalam 50 tahun.
"Penemuan ini penting karena mengisi celah dalam pemahaman kami tentang evolusi tyrannosaurus," ujar Therrien dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA