Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Sinyal Misterius dari Luar Angkasa Berulang Tiap 16 Hari

Selasa 11 Feb 2020 05:57 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Esthi Maharani

Luar angkasa.

Luar angkasa.

Foto: Picryl
Fast radio burst (FRBs) mungkin merupakan anomali paling misterius di ruang angkasa.

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM—Fast radio burst (FRBs) mungkin merupakan anomali paling misterius di ruang angkasa. Menurut sebuah studi baru, sebuah FRB telah terlihat berasal dari galaksi 500 juta tahun cahaya dari bumi dan berulang setiap 16 hari.

Tidak ada yang tahu alasan kejadian ini ada. Dikenal sebagai FRB 180916.J0158 + 65, FRB ini mengirimkan semburan gelombang radio untuk jangka waktu empat hari, berhenti untuk jangka waktu 12 hari, lalu mengulanginya sendiri. 28 pola awal pertama kali diamati antara September 2018 dan Oktober 2019.

“Kami menyimpulkan ini adalah periodisitas pertama yang terdeteksi dalam jenis apa pun dalam sumber FRB,” kata peneliti melalui tulisan dalam penelitian tersebut.

Seorang mahasiswa doktoral di Universitas Amsterdam Kenzie Nimmo mengungkapkan lokasi yang ditemukan secara seluruhnya, berbeda dari  lokasi FRB berulang sebelumnya.

“Perbedaan antara mengulangi dan tidak mengulangi rentetan radio yang cepat menjadi kurang jelas dan kami berpikir peristiwa ini mungkin tidak terkait dengan jenis galaksi atau lingkungan tertentu. Mungkin FRB berasal dari lokasi kebun binatang besar di seluruh alam semesta dan hanya memerlukan beberapa kondisi khusus untuk menjadi terlihat,” ujar Nimmo, seperti yang dilansir dari Fox News, Selasa (11/2)

Tidak jelas apa yang menyebabkan pola berulang, tetapi abstrak penelitian ini ,menunjukkan ada mekanisme modulasi periodik baik dari ledakan emisi itu sendiri atau melalui amplikasi eksternal, atau penyerapan dan model yang tidak disukai menggunakan proses sporadis murni.

Ada kemungkinan FRB bisa mengorbit objek padat, misalnya lubang hitam menyebabkan pola berulang. Mungkin itu juga berasal dari sistem bintang biner. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian.

Beberapa peneliti berspekulasi mereka berasal dari peradaban makhluk luar angkasa. Tetapi yang lain, termasuk Search for SETI mengatakan penjelasan benar-benar tidak masuk akal.

Pertama kali ditemukan pada 2007, FRB relatif baru bagi para astronom dan asal usulnya yang misterius. Menurut ScienceAlert, beberapa dari mereka dapat menghasilkan energi sebanyak 500 juta matahari dalam beberapa milidetik.

Pada Juli 2018, sebuah FRB yang menghantam Bumi hampir 200 megahertz lebih rendah daripada rentetan radio lainnya yang pernah terdeteksi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA