Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Akhir 'Pengabdian' Teleskop Spitzer NASA

Selasa 28 Jan 2020 12:51 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Dwi Murdaningsih

Spitzer Space Telescope

Spitzer Space Telescope

Foto: space.com
Teleskop angkasa Spitzer akan dinonaktifkan pada 30 Januari 2020.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Teleskop angkasa Spitzer milik Badan Antariksa AS (NASA) banyak membantu ilmuwan untuk meneliti planet-planet di luar tata surya atau eksoplanet. Setelah 16 tahun beroperasi, Spitzer akan memasuki masa 'pensiun' dan dinonaktifkan pada 30 Januari 2020.

Baca Juga

Spitzer merupakan teleskop angkasa yang memiliki kemampuan melihat dalam infrared atau panas. Kemampuan ini berperan penting dalam misi-misi observasi yang dilakukan oleh ilmuwan NASA. Spitzer memungkinkan para ilmuwan untuk mengumpulkan data dari area-area di angkasa yang umumnya tertutup oleh debu dan gas angkasa.

Dengan kemampuan ini, Spitzer mampu menangkap gambar beberapa galaksi yang memiliki jarak terjauh dari bumi. Spitzer juga mampu mengurai 'riasan' kimia dari awan-awan debu di angkasa dan bahkan menemukan beberapa planet baru.

Sekitar satu setengah tahun lalu, Spitzer menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari sistem eksoplanet di alam semesta. Meski tidak dirancang untuk menjalani misi seperti ini, Spitzer tetap berhasil menjalankan misi dan bahkan menemukan beberapa eksoplanet seperti sistem Trappist-1. Sistem Trappist-1 merupakan sekumpulan eksoplanet yang memiliki jarak terdekat dengan bumi.

Teleskop angkasa Spitzer akan digunakan terakhir kali untuk mengumpulkan data pada 28 Januari 2020. Pada 30 Januari 2020, sebuah perintah akan dikirimkan dari pusat kontrol di bumi ke Spitzer untuk mengaktifkan "safe mode" dan mematikan sistem di teleskop angkasa tersebut.

Namun, Spitzer tak akan mengalami nasib yang sama seperti teleskop angkasa Hubble. Seperti diketahui, setelah 'pesiun' Hubble dikeluarkan dari lintasan atau orbitnya agar terbakar di atmosfer.

Perbedaan nasib antara Spitzer dan Hubble dikarenakan Spitzer memiliki orbit yang sangat khusus. Spitzer berjarak 158 juta mil di belakang bumi agar terhindar dari panas yang mengganggu. Dengan orbit yang sangat khusus ini, dalam 53 tahun orbit Spitzer akan memasuki orbit bumi. Pada saat inilah, Spitzer akan diterbangkan oleh pesawat luar angkasa. 

"(Lalu) Spitzer akan melayang ke arah berlawanan menuju ruang hampa di angkasa," terang Mission Manager Untuk Spitzer Joseph Hunt, seperti dilansir Discover Magazine.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA