Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Peneliti Temukan Artefak dari Perang Saudara Amerika

Senin 27 Jan 2020 12:56 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Dwi Murdaningsih

Botol di atas pasir pinggir pantai (ilustrasi).

Botol di atas pasir pinggir pantai (ilustrasi).

Foto: flickr.com
Artefak itu berupa botol yang diduga untuk menjebak roh-roh jahat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para arkeolog menemukan 'botol penyihir' yang diduga digunakan untuk menjebak roh-roh jahat dari situs benteng Perang Sipil dekat Williamsburg, Virginia. Sebuah tim dari William & Mary Center untuk Penelitian Arkeologi (WMCAR) menemukan botol kaca hijau pada 2016 lalu.

Mereka menemukan botol itu saat mengamati sisa-sisa Redoubt 9, salah satu dari serangkaian benteng satelit yang didirikan oleh Konfederasi dan kemudian disusul pasukan Union. Departemen Transportasi Virginia memanggil para arkeolog untuk menggali situs itu, sebelum melanjutkan proyek untuk memperluas jalan dengan menghilangkan median.

Botol itu ditemukan di bawah lapisan tanah liat di sebelah sisa-sisa perapian yang dibangun pasukan Union antara 1862 dan 1865. Direktur WMCAR Joe Jones menjelaskan kondisi leher botol dalam keadaan pecah. Kemudian, peneliti menemukan simpul paku besi persegi yang telah terkorosi menjadi bola.

“Kami pikir itu tidak biasa, tetapi tidak yakin apa itu,” kata Jones.

Para arkeolog meyakini botol itu diproduksi perusahaan cola pada 1840an, berdasarkan huruf timbul yang ada di kaca. Kesimpulan sederhana peneliti, yakni ada seorang prajurit minum isi botol, kemudian menggunakannya sebagai wadah untuk paku.

Namun, dua arkeolog WMCAR, yakni Oliver Mueller-Heubach dan pendiri WMCAR Robert Hunter memberi penjelasan jauh lebih menarik bahwa itu mungkin “botol penyihir.”

Tradisi botol penyihir berasal dari Abad Pertengahan, ketika orang-orang di Inggris mengisi kendi dan wadah lainnya dengan benda-benda tajam seperti paku, pin, dan duri, serta barang-barang pribadi seperti rambut, kliping kuku, dan bahkan air seni manusia.

Barang-barang pribadi dimaksudkan untuk memikat penyihir dan roh jahat ke dalam wadah, di mana mereka akan terjebak oleh benda tajam itu. Tradisi itu dibawa ke Amerika Utara oleh imigran kolonial. Para sejarawan mengatakan tradisi itu masih dipraktikkan pada pertengahan abad ke-19.

“Botol penyihir adalah jenis hal yang akan digunakan orang lebih umum dalam kelaparan, perselisihan politik, atau perasaan di bawah ancaman,” ucap Jones.

Dia meyakini Pasukan Union berada di bawah semua jenis ancaman atau ketakutan eksistensial. Mengingat ancaman yang dirasakan dari serangan Konfederasi dan permusuhan umum dari penduduk lokal, maka memiliki alasan yang baik untuk menghentikan semua halangan dan mengandalkan tradisi rakyat dari komunitasnya di Pennsylvania untuk membantu melindungi rumah sementaranya itu.

Sekitar 200 botol penyihir telah didokumentasikan di Britania Raya, tetapi kurang dari selusin ditemukan di Amerika Serikat (AS). “Ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana artefak tunggal dapat berbicara banyak,” kata Jones.

Menurut dia, botol tersebut adalah kapsul waktu yang mewakili pengalaman pasukan Perang Sipil, sebuah jendela yang langsung menggambarkan kembali masa lalu. Jones menekankan bahwa teori botol penyihir hanya sebatas itu. Dia mengatakan kisah nyata di balik artefak tersebut kemungkinan tidak akan pernah terpecahkan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA