Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Kura-Kura Lonesome George Diyakini Belum Punah

Ahad 26 Jan 2020 06:10 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah

Ekspedisi ilmiah ke Kepulauan Galapagos akan menghabiskan waktu 10 hari untuk mencari kerabat dari dua spesies kura-kura yang diyakini punah, termasuk, kura-kura dari spesies yang sama dengan Lonesome George di kepulauan itu (Foto: Kura-Kura Galapagos)

Ekspedisi ilmiah ke Kepulauan Galapagos akan menghabiskan waktu 10 hari untuk mencari kerabat dari dua spesies kura-kura yang diyakini punah, termasuk, kura-kura dari spesies yang sama dengan Lonesome George di kepulauan itu (Foto: Kura-Kura Galapagos)

Foto: Wikipedia
Kura-kura Lonesome George asal Kepulauan Galapagos menjadi spesies yang nyaris punah.

REPUBLIKA.CO.ID, QUITO -- Polisi hutan dan para ilmuwan dari Taman Nasional Galapagos (PNG)  dan Konservasi Galapagos akan melakukan tur di Wolf Volcano di Pulau Isabela, Galapagos. Ekspedisi ilmiah ke Kepulauan Galapagos akan menghabiskan waktu 10 hari untuk mencari kerabat dari dua spesies kura-kura yang diyakini punah, termasuk, kura-kura dari spesies yang sama dengan Lonesome George di kepulauan itu.

George merupakan anggota terakhir dari spesies kura-kura Pinta yang mati pada 2012 pada usia lebih dari 100 tahun, setelah menolak kawin di penangkaran dengan betina dari sub spesies terkait. Seperti yang dilansir dari Malay Mail, Ahad (25/1), mereka berharap bisa menemukan dan memindahkan sekelompok kura-kura raksasa dengan garis keturunan sebagian ke spesies Pinta dan Floreana yang punah.

Mereka memilih daerah itu karena pemburu paus dan bajak laut yang akan membakan hewan-hewan itu dianggap telah membuang beberapa kura-kura di sana di masa lalu, untuk meringankan beban kapal mereka. Kepulauan Galapagos, yang terletak 1.000 kilometer di lepas pantai Ekuador di Samudra Pasifik, menjadi terkenal oleh penelitian Charles Darwin tentang keanekaragaman hayati yang menakjubkan.

Baca Juga

Pada 2008, ekspedisi serupa mengambil sampel darah dari 1.726 kura-kura, 17 di antaranya memiliki presentase signifikan gen yang sama dengan spesies Pinta. Sementara itu, sekitar 80 menunjukkan garis keturunan parsial untuk spesies Floreana.

“Penelitian telah menemukan kura-kurang yang memiliki hingga 90 persen gen spesies yang punah. Berarti setidaknya salah satu dari orang tua mereka adalah ras murni dan mungkin hidup di Wolf Volcano,” ujar direktur taman itu, Jorge Carrion.

Ekspedisi itu mencari kura-kura yang cocok untuk memulai program di penangkaran dengan harapan pada akhirnya mengisi kembali pulau-pulau itu. Hal tersebut disampaikan pemimpin ekspedisi Washington Tapia.

Sebelas spesies kura-kura raksasa masih ada di Kepulauan Galapagos. Sedangkan empat spesies lainnya telah punah sejak kedatangan Darwin pada 1835.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA