Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

10 Kota Telantar yang Dilupakan Dunia

Kamis 23 Jan 2020 10:01 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Dwi Murdaningsih

Turis menunjungi kota yang hilang Machu Picchu di Peru.

Turis menunjungi kota yang hilang Machu Picchu di Peru.

Foto: foxnews
Banyak kota-kota di dunia yang terlantar ditinggal penduduknya dan kini jadi misteri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turis bergemuruh untuk melihat Petra di Yordania, Angkor Wat di Kamboja, dan Machu Picchu di Peru. Kota-kota besar yang dulu menangkap imajinasi kini menjadi legenda. Namun, mereka bukan satu-satunya tempat yang pernah berjaya.

Baca Juga

Dilansir dari Foxnews, berikut adalah beberapa tempat terlantar yang paling misterius di dunia.

El Dorado/Kota Z yang Hilang Brasil
Jika Anda tidak menonton film The Lost City of Z, Anda tidak sendirian. Film itu meraup lebih dari 8 juta dolar AS di box office AS. Namun, kota suku Muisca, El Dorado yang dikatakan mengandung gunung-gunung emas, ternyata legenda. Penjelajah telah mencari tanah mistis sejak setidaknya 1500an.

Setelah pencarian pertama di Honduras dan Kolombia, para arkeolog menemukan titik terang pada 2010, ketika citra satelit menemukan sisa-sisa yang menjanjikan jauh di dalam hutan yang tak tertembus di negara bagian Mato Grosso, Brasil.

Menurut laporan Guardian, penemuan itu sejalan dengan dokumen di Perpustakaan Nasional Rio De Janeiro yang disebut Manuscript 512. Manuskrip itu ditulis seorang penjelajah Portugis pada 1753. Penulis mengklaim telah menemukan kota bertembok jauh di dalam wilayah Mato Grosso di hutan hujan Amazon, mengingatkan pada Yunani kuno.

Penggalian belum dimulai, tetapi iming-iming harta megalopolis yang tak terhitung telah menyebabkan beberapa kematian. Daerah itu juga penuh dengan suku-suku kanibalistik yang dianggap bertanggung jawab atas hilangnya 1.925 penjelajah Sir Percy Fawcett dan seluruh timnya.

photo
Pulau Hashima. (sumber wikipedia common)

Pulau Hashima, Jepang
Pulau mungil seluas 16 hektar (ha) di Nagasaki itu dulunya salah satu pulau terpadat di dunia. Menurut National Geographic, selama paruh pertama abad ke-20, lebih dari 5.000 orang tinggal dan bekerja di pulau itu.

Pulau dikembangkan oleh Mitsubishi Corporation sebagai sarana memasuki tambang batubara bawah laut yang terletak di bawahnya. Hashima sibuk dengan kehidupan sampai 1974, ketika minyak bumi melampaui batubara sebagai sumber energi pilihan dunia dan Mitsubishi mengumumkan penutupan tambang.

Dalam beberapa bulan, semua penduduk pergi dan pulau itu ditutup secara permanen. Kota hantu Pasifik digunakan sebagai latar belakang dalam film James Bond 2012 Skyfall.

Ur, Irak
Didirikan pada 3800 SM, Ur pernah menjadi kota paling kuat dan padat penduduknya di kekaisaran Sumeria. Semua yang tersisa dari kota besar yang dulunya rumah bagi 80 ribu orang adalah puing-puing dan sisa-sisa Ziggurat besar.

Great Zimbabwe, Zimbabwe
Sementara Eropa kacau pada Abad Pertengahan, jauh di selatan Afrika ada kerajaan besar, kaya, dan modern dalam pengerjaan logam dan arsitektur. Zimbabwe Besar adalah rumah bagi hingga 20 ribu orang dan meluas hingga ke Mozambik.

“Reruntuhan yang terletak di dekat kota Masvingo saat ini, menampilkan sebuah arsitektur yang tak tertandingi di tempat lain di Afrika atau di luarnya," kata arkeolog Peter Garlake dilansir di Fox News.

Kota Tellem, Mali
Jauh di atas Tebing Bandiagara di Mali, Afrika Barat, terletak sejumlah kota terbengkalai yang menyerupai rumah jurang Anasazi di New Mexico. Dulunya adalah rumah bagi pigmi Tellem, kota-kota yang dulu ramai itu dibangun pada abad ke-11, tetapi secara misterius ditinggalkan pada abad ke-16.

Chan Chan, Peru
Pada 600 tahun yang lalu, Chan Chan di Peru Utara adalah kota metropolis terbesar di Amerika. Dibangun dengan desain yang rumit, menurut Smithsonian bahwa ibukota peradaban Chimú, yang berlangsung dari 850 M hingga sekitar 1470 itu merupakan tempat tinggal masyarakat teknik pertama di Dunia Baru.

Kota itu mengalami kehancuran, setelah Chimu ditaklukkan suku Inca di abad ke-15. Hari ini, sisa-sisa kejayaan berada di bawah serangan yang berbeda, seperti perubahan iklim dan curah hujan yang tinggi, reruntuhan lumpur hancur.

Kolmanskop, Namibia
Kota hantu besar itu terletak di tengah-tengah gurun Namib, barat daya ibu kota negara Namibia, Windhoek. Dibangun pada awal abad ke-20 setelah berlian ditemukan di dekatnya, Kolmanskop akhirnya menghasilkan lebih dari 10 persen berlian dunia. Rumah-rumah, rumah sakit, dan sekolah dibangun dan semuanya baik-baik saja sampai 1930an, ketika berlian yang lebih mudah ditambang ditemukan di selatan. Kota itu menurun dan ditinggalkan pada 1956.

Trellech, Wales
Pada abad ke-13, Trellech adalah  kota terbesar kedua  di Wales. Menurut Mental Floss, kota itu terdiri dari sekitar 400 bangunan sebelum dihancurkan. Kemungkinan besar karena kombinasi serangan, kebakaran, dan penyakit. Penemuan kota diumumkan pada 2017.

Taxila, Pakistan
Di titik tumpu jalur perdagangan antara Yunani, Asia, dan Kashmir, kota yang dulunya besar di wilayah Gandhara itu dikenal dari referensi dalam sumber-sumber sastra India dan Yunani-Romawi, serta dari kisah dua peziarah Buddhis China, yakni Faxian dan  Xuanzang.

Didirikan pada 1000 SM, kota itu ditinggalkan pada abad ke-5 M. Sekarang tempat yang menjadi salah satu situs UNESCO, penuh dengan struktur stupa Buddha dan dalam kondisi rusak.

Merv, Turkmenistan
Seorang raja muda India menulis tentang reruntuhan kota ini pada 1881. Pemandangan tembok, menara, benteng, dan kubah, membentang membingungkan, mengingatkan kita bahwa sedang berada di pusat keagungan masa lalu.

Kota ini pernah menjadi salah satu yang terbesar kota-kota di dunia. Metropolis Jalan Sutra Merv dihancurkan putra Jenghis Khan pada 1221, selama pertempuran di mana lebih dari 700 ribu orang meninggal. Ajaibnya, tempat itu tidak sepenuhnya dihancurkan. Reruntuhan yang pernah membius sang raja muda masih bisa dilihat sampai sekarang.

Pripyat, Ukraina
Chernobyl 1986 kecelakaan nuklir menghancur kota Pripyat, yang terletak di jalur ledakan. Dulunya, kota itu merupakan rumah bagi 50 ribu orang, kini terbengkalai.

L'Anse aux Meadows, Newfoundland, Kanada
Pemukiman Viking yang baru ditemukan itu menunjukkan bahwa perampok laut Skandinavia menemukan Amerika Utara ratusan tahun sebelum Christopher Columbus. Berasal dari abad ke-11, L'Anse aux Meadows berisi artefak yang menunjukkan pekerja logam, pembuat kapal, dan pekerja kayu yang tinggal di kota bersejarah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA