Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Bocah 3 Tahun Ini Masuk Kelompok IQ Tertinggi di Dunia

Rabu 22 Jan 2020 19:34 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Muhammad Haryz Nadzim, anggota termuda Mensa bersama ibunya.

Muhammad Haryz Nadzim, anggota termuda Mensa bersama ibunya.

Foto: cnn
Haryz Nadzim, bocah 3 tahun kini menjadi anggota Mensa termuda.

REPUBLIKA.CO.ID, BRITANIA RAYA—Seorang anak laki-laki Malaysia berusia tiga tahun yang tinggal di Inggris menjadi anggota termuda Mensa Britania Raya. Mensa merupakan perkumpulan orang-orang dengan IQ tinggi terbesar dan tertua di dunia.

Muhammad Haryz Nadzim diundang untuk bergabung dengan Mensa setelah bertemu dengan seorang psikolog dan mencetak skor 142 pada tes IQ Stanford-Binet.

“Selamat pada Haryz untuk bergabung dengan Mensa. Ia jelas pemuda yang sangat cerdas dan kami senang menyambutnya di Mensa,” kata kepala eksekutif Mensa Britania Raya, John Stevenage dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilansir dari CNN, Rabu (22/1).

Untuk menjadi anggota Mensa Britania Raya, seorang IQ individu harus berada di dua persen teratas dari populasi. Tes IQ Mensa  dirancang untuk anak-anak dan orang dewasa di atas 10,2 tahun.

Untuk anak-anak kurang dari 10 tahun, mereka harus dinilai oleh seorang psikolog pendidikan untuk menentukan skor IQ mereka. Berdasarkan evaluasinya oleh seorang psikolog, juru bicara Mensa Charles Brown menuturkan, skor Haryz pada Stanford –Binet memainkan peran besar dalam penerimaannya di Mensa Britania Raya. Tes tersebut terdiri dari kombinasi pertanyaan matematika, membaca, menghafal dan berpikir logis.

Ibu Haryz, Nur Anira Asyikin merupakan seorang insinyur yang tinggal di Durham Inggris. Ia mengatakan keluarganya tahu bahwa Haryz istimewa bahkan sebelum Mensa.

Di program matematika dan membaca setelah sekolah Kumon, Haryz ditunjuk menjadi siswa terdepan di kedua subjek tersebut pada September lalu. Meskipun ibunya menyebut Haryz sebagai ‘mini brainbox’, namun anak laki-lakinya berperilaku normal seperti anak usia tiga tahun pada umumnya.

Haryz sangat suka melukis dan membaca buku, dan hal-hal yang berkaitan dengan seni dan kerajinan tangan. Ia juga menyukai bermain dengan Lego dan terutama Playdoh. Ketika Haryz tidak melukis atau membuat sesuatu, ia menikmati bernyanyi.

“Kami sangat bangga dan bahagia untuk Haryz. Ia tidak hanya bagus di bidang akademis, tetapi juga seperti anak-anak lain yang suka bermain dan tumbuh dewasa. Kami tahu dia akan memberi begitu banyak (kontribusi) pada masyarakat di masa depan,” ujar Asyikin.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA