Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Rahasia Pohon Elm Tertua Tetap Hidup Lebih dari 200 Tahun

Selasa 21 Jan 2020 14:13 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Dwi Murdaningsih

Foto Frank Knight, yang diambil pada 14 Desember 2019..

Foto Frank Knight, yang diambil pada 14 Desember 2019..

Foto: ap
Peneliti berupaya menyelamatkan pohon elm tertua yang dikenal sebagai Herbie.

REPUBLIKA.CO.ID, YARMOUTH — Pohon elm besar yang dijuluki Herbie sudah lama hilang. Namun, elm akan tetap ada berkat pohon kloning yang tersedia untuk publik.
Elm adalah tumbuhan berkayu keras dan berdaun lebar dari genus Ulmus famili Ulmaceae.

Dengan ketinggian 110 kaki dan usia lebih dari 200 tahun, Herbie adalah elm tertinggi dan tertua di New England. Herbie juga selamat dari serangan penyakit elm Belanda, karena perawatan dari Frank Knight, pengawal pohon terakhir Yarmouth, Maine.

Pohon itu menjadi terkenal, setelah Knight menghabiskan separuh hidupnya merawat pohon, yang dia sebut sebagai "teman lama." Knight menyadari bahwa dia tidak bisa menyelamatkan pohon-pohon palem kota, karena mereka menyerah dengan penyakit pohon elm Belanda. Jadi dia memfokuskan upayanya pada salah satu dari pohon langka, yakni Herbie.

Lebih dari lima dekade, Knight mengawasi pemangkasan selektif bagian tubuh pohon Herbie yang sakit, serta mengaplikasikan insektisida dan fungisida. Pohon itu menjadi terkenal, baik di Yarmouth dan sekitarnya, berkat liputan dari media internasional.

Pohon itu ditebang 19 Januari 2010, ketika Knight berusia 101 tahun. Knight meninggal dua tahun kemudian. Namun sebelum Herbie ditebang, Elm Research Institute di New Hampshire bekerja dengan Knight mengumpulkan beberapa potongan dari Herbie untuk melestarikan warisan pohon dengan klon.

Harapannya adalah keturunan Herbie akan memiliki resistensi terhadap penyakit elm Belanda. Namun, kondisi itu masih harus dilihat.

“Seperti banyak pasien kanker, dia adalah seorang yang selamat. Kami ingin melakukan segala upaya untuk mereproduksi Herbie berharap klonnya akan terbukti sama-sama tahan terhadap penyakit elm Belanda,” kata pendiri Elm Research Institute, John Hansel (95 tahun) yang berbasis di Keene, New Hampshire.

Upaya bertahun-tahun telah menciptakan 1.500 mini Herbie. Tujuannya adalah menciptakan ratusan ribu Herbie lebih banyak. "Herbie adalah harapan kita untuk masa depan," ujar Hansel.

Hansel juga mengabdikan dirinya untuk melestarikan pohon Herbie, setelah mereka musnah oleh penyakit elm Belanda. Pohon Elm pernah berjejer di jalanan kota dari pantai ke pantai. Namun semua itu berubah dengan cepat, karena jamur elm Belanda. Penyebaran terjadi oleh kumbang kulit kayu, dimulai di Ohio pada 1930an.

Setelah terinveksi, pohon-pohon Herbie menghadapi kematian yang cepat. Bekerja dengan Universitas Wisconsin, Hansel membantu menciptakan dan mendistribusikan sekitar 300 ribu pohon “Liberty” yang didasarkan pada pohon-pohon dari Midwest. Pohon-pohon itu dinamai Boston Liberty Tree, elm raksasa.

Hansel mengalihkan usahanya ke Herbie dengan harapan menciptakan pembawa standar baru yang lebih cocok untuk Timur Laut. Dia mengatakan tindakannya merupakan proses yang melelahkan.

Para peneliti mulai memotong daun dari Herbie bertahun-tahun sebelum kepunahannya. Para peneliti menanam sekitar 5.000 kliping dalam pot, sebelum akhirnya mendapatkan satu pohon yang berakar. Dari sana, sekarang ada 1.500 pohon. Jumlah itu mewakili massa kritis untuk mulai menciptakan elm dalam jumlah yang lebih besar.

"Saya suka idenya. Orang-orang tertarik pada pohon besar secara umum, tetapi Herbie memikat perhatian orang,” kata koordinator program kehutanan perkotaan untuk Maine Forest Service, Jan Ames Santerre.

Santerre mengatakan Herbie adalah pohon yang indah. Karena itu, gagasan seseorang dapat menanamnya di halaman masing-masing adalah hal menarik. Arboretum Nasional juga menaruh minat pada Herbie dan mengambil beberapa kliping. Beberapa dari bibit itu ditanam di Maine, tetapi mereka tidak bertahan.

Seorang profesor di Universitas Maine, William Livingston mengatakan ada warisan besar di balik nama Herbie. Sangat menyenangkan jika pohon itu dapat memiliki ketahanan terhadap penyakit elm Belanda.

"Ada kemungkinan pohon-pohon itu memiliki beberapa perlawanan dan akan berada dalam posisi untuk bertahan hidup," kata Livingston.

Perwakilan dari Lembaga Penelitian Elm, Yvonne Spalthoff mengatakan lembaganya menjual pohon-pohon Herbie. Herbie baru tersedia seharga 19,95 dolar AS untuk pohon setinggi satu kaki, atau pohon enam kaki seharga 114 dolar AS untuk mereka yang bersedia menunggu tiga tahun. Pohon memiliki garansi 10 tahun.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA