Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Uji Coba Kapsul Awak SpaceX Dinyatakan Berhasil

Senin 20 Jan 2020 06:49 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Nora Azizah

Proyek SpaceX milik Elon Musk baru saja menyelesaikan tes besar tahap akhir dari kapsul awaknya, Ahad (19/1). Hal tersebut dilakukan sebelum proyek itu mengirim astronot dalam dua bulan mendatang (Ilustrasi Astronot di luar angkasa)

Proyek SpaceX milik Elon Musk baru saja menyelesaikan tes besar tahap akhir dari kapsul awaknya, Ahad (19/1). Hal tersebut dilakukan sebelum proyek itu mengirim astronot dalam dua bulan mendatang (Ilustrasi Astronot di luar angkasa)

Foto: Flickr
SpaceX mengklain bisa aman membawa astronot menjauh dari roket.

REPUBLIKA.CO.ID, CAPE CANAVERAL -- Proyek SpaceX milik Elon Musk baru saja menyelesaikan tes besar tahap akhir dari kapsul awaknya, Ahad (19/1). Hal tersebut dilakukan sebelum proyek itu mengirim astronot dalam dua bulan mendatang.

Meski, peluncuran darurat terjadi tak lama setelah lepas landas. Namun demikian, proses darurat itu diklaim tak membahayakan dua penumpang boneka di dalamnya.

"Itulah tujuan utama dari tes ini, yaitu untuk menunjukkan bahwa kita dapat membawa astronot dengan aman menjauh dari roket kalau-kalau ada yang salah," kata direktur manajemen misi kru, Benji Reed seperti dilansir AP, Senin (20/1).

Terpisah, manajer program kru komersial NASA, Kathy Lueders, mengatakan uji aborsi peluncuran merupakan tonggak terbuka terakhir pihaknya. Utamanya, sebelum proyek SpaceX diijinkan untuk meluncurkan Doug Hurley dan Robert Behnken ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Dalam pelaksanaannya, uji coba kapsul itu mencapai ketinggian sekitar 27 mil (44 kilometer) sebelum terjun payung ke laut lepas pantai. Roket Falcon 9 itu awalnya memang meluncur dengan normal.

Baca Juga

Namun demikian, hanya sekitar satu menit dalam penerbangan supersoniknya, kapsul awak terlempar dari jarak 12 mil (20 kilometer) di atas Atlantik. Akan tetapi, pendorong kuat pada kapsul dinilai mendorongnya keluar dan tidak membahayakan. Sebab, mesin roket sengaja dimatikan dan booster jatuh tak terkendali.

Lueders melanjutkan, pihaknya sengaja menggagalkan upaya peluncuran kendaraan luar angkasa itu untuk memastikan sistem berkerja. Sehingga, proyek untuk mengirimkan astronot NASA bisa kembali diluncurkan, setelah upaya-upaya pendukung dilakukan.

"Kami sengaja gagal meluncurkan kendaraan untuk memastikan bahwa sistem batal kami di pesawat ruang angkasa, yang akan terbang untuk kru kami, bekerja," kata Lueders sebelum demo.

Sementara itu, beberapa saat sebelum peluncuran dilakukan Elon Musk men-twit tanggapannya. Di mana menurut dia, Dragon high altitude, tes pengguguran supersonik adalah suatu misi yang berisiko.

"Karena harus mendorong dengan berbagai cara," Musk men-twit beberapa menit sebelum lepas landas.

Sebagai astronot NASA, Hurley dan Behnken, yang ditugaskan untuk awak SpaceX pertama, juga terlihat memantau penerbangan dari ruang tembak, termasuk upaya pemulihan kapsul. Selain itu, mereka juga mengambil bagian dalam gladi resik pada Jumat lalu sambil berpakaian dan menuju landasan peluncuran.

NASA yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu sengaja menyewa SpaceX dan Boeing untuk proyek mengirimkan astronot ke luar angkasa dengan nilai miliaran dolar. Lebih lanjut, NASA juga saat ini diketahui sedang berfokus pada planet Mars dan Bulan untuk proyek luar angkasa itu.

Beberapa waktu sebelumnya, SpaceX telah berhasil menerbangkan Crew Dragon ke stasiun ruang angkasa tanpa awak. Proyek yang tepatnya dilakukan pada Maret lalu itu, berujung kapsul yang meledak sebulan kemudian dalam pengujian darat.

Lebih jauh, bulan lalu, kapsul awak Boeing Starliner berakhir di orbit yang salah pada penerbangan uji pertamanya dan harus melewati stasiun ruang angkasa. Sementara itu pada bulan sebelumnya, hanya dua dari tiga parasut Starliner yang dikerahkan selama tes peluncuran awal dilakukan.

Menanggapi hal itu, Lueders mengatakan terlalu dini untuk mengetahui apakah Boeing perlu mengirim Starliner lain ke stasiun ruang angkasa tanpa awak atau langsung meluncurkan astronot akhir tahun ini.

Zainur mahsir ramadhan

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA