Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

4 Misi Luar Angkasa yang Diluncurkan pada 2020

Ahad 19 Jan 2020 14:05 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Dwi Murdaningsih

Foto planet Mars yang diambil dari Mars Reconnaissance Orbiter NASA.

Foto planet Mars yang diambil dari Mars Reconnaissance Orbiter NASA.

Foto: CNN
Tahun ini, akan ada peluncuran misi penjelajahan Mars dan matahari.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Manusia belum lagi menginjakkan kaki di Bulan sejak 1972 lalu. Untuk mengupayakannya kembali, empat tahun dari sekarang Badan Antariksa AS (NASA) akan meluncurkan program Artemis untuk mendaratkan astronaut wanita pertama di Bulan pada 2024.

Wwal proyek tersebut akan dimulai pada 2020 dengan upaya badan antariksa Cina dan Eropa yang juga sedang mendalaminya. Dilansir dari Livemint, Ahad (19/1), berikut adalah beberapa misi luar angkasa yang dijadwalkan pada 2020.

Di urutan pertama adalah misi penjelajah NASA Mars pada Juli 2020 mendatang. Dalam pelaksanaanya, misi tersebut akan berangkat dengan roket Atlas V, dan direncanakan mendarat di kawah Jazero di planet itu.

Tujuan dari pelaksanaan misi itu adalah membawa Program Eksplorasi Mars NASA ke tingkat yang sama sekali baru. Berdasarkan keterangan NASA, rover baru ini hadir dengan bor yang dapat mengumpulkan batu, sampel tanah, dan menyimpannya dalam cache di permukaan planet.

Sampel-sampel itu akan dibawa ke Bumi untuk misi masa depan. Bukan hanya mempelajari geologi Mars, penjelajah itu juga akan coba memahami lingkungan di Mars untuk kehidupan mikroba, dan tanda kehidupan lainnya. Lebih jauh, misi itu juga akan menguji produksi oksigen di atmosfer Mars. Rencananya, misi itu memiliki waktu satu tahun di Mars, atau sekitar 687 hari Bumi.

Urutan selanjutnya adalah misi ESA pengorbit matahari, yang rencananya akan diluncurkan Februari 2020. Berdasarkan informasi, Solar Orbiter dari European Space Agency (ESA) akan lepas landas dari Kennedy Space Center di Florida pada Februari dan bertujuan untuk melakukan studi dekat, resolusi tinggi dari Matahari dan heliosfer dalam.

Misi tersebut akan memberikan gambar pertama dari daerah kutub Matahari dan menjadi pesawat ruang angkasa kedua untuk mempelajari Matahari dari jarak dekat setelah misi berkelanjutan dari Probe Solar Parker, yang diluncurkan pada 2018. Data dan gambar yang dikumpulkan dari Solar Orbiter bisa memberi tahu para ilmuwan lebih banyak tentang angin matahari dan letusan, dan bagaimana Matahari menciptakan serta mengendalikan heliosfer.

Di urutan ketiga, misi surya perdana India akan diluncurkan, meski tanggal peluncurannya belum diputuskan di 2020. Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (Isro) telah berhasil meluncurkan satelit komunikasi GSAT-30 di atas roket Ariane 5 dari Guyana Prancis pada 17 Januari lalu, dan menjadi peluncuran pertama India pada 2020. Namun demikian, peluncuran itu tidak akan menjadi yang terakhir tahun ini.

Sebab, baru-baru ini ISRO juga mengumumkan misi bulan lainnya, Chandrayaan-3, dan berbagi perkembangan besar pada misi berawak pertama di negara itu, Gaganyaan Isro juga akan meluncurkan misi matahari pertamanya, Aditya-L1, untuk mempelajari korona matahari.

Menurut Isro, misi Aditya-L1 akan dimasukkan ke dalam orbit halo di sekitar L1, atau titik Lagrangian dari sistem Matahari-Bumi, sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi. Isro juga bertujuan untuk melakukan penerbangan uji orbital kendaraan peluncuran satelit kecilnya, atau SSLV, tahun ini.

Terakhir, misi Virgin Galactic juga akan dilakukan pada 2020, meski tanggal pastinya belum ditentukan. Misi yang berfokus pada turisme antariksa ini juga akan diluncurkan secara komersil pada tahun ini, oleh investor asal Inggris Richard Branson.

Berdasarkan informasi, Awal bulan ini, perusahaan mencapai tonggak konstruksi utama setelah merakit semua elemen struktural utama dari pesawat ruang angkasa roket kedua, yang sekarang berdiri di roda pendaratan sendiri di Mojave Air & Space Port di California.

Menurut pernyataan resmi, tim perakitan pesawat ruang angkasa sekarang akan bekerja untuk menghubungkan sistem terintegrasi kendaraan, termasuk sistem kontrol penerbangan dan badan pesawat. Virgin Galactic ingin membuka perjalanan ruang angkasa ke para astronot dan peneliti swasta. Tahun lalu, NASA juga mengumumkan bahwa Stasiun Luar Angkasa Internasional terbuka untuk peluang komersial dan menampung wisatawan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA