Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Benda tak Dikenal Mengorbit di Lubang Hitam Bima Sakti

Kamis 16 Jan 2020 20:32 WIB

Rep: Eric Iskandansjah/ Red: Dwi Murdaningsih

Galaksi Bimasakti.

Galaksi Bimasakti.

Foto: REUTERS/NASA/Handout/Files
Astronom meyakini dua benda itu merupakan gas yang membentuk awan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - - Selama sepuluh tahun terekahir, para ilmuwan menemukan dua buah benda aneh yang mengelilngi lubang hitam di Bima Sakti. Dalam pusat galaksi bima sakti, terdapat lubang hitam. 

Baca Juga

Dilansir dari Cnet pada Kamis (16/1), dua benda aneh itu disebut dengan G1 dan G2. Benda misteri itu pun menimbulkan kontroversi di kalangan astronom.

Beberapa astronom percaya benda itu merupakan gumpalan gas yang membentuk awan. Beberapa astronom lain lebih cenderung untuk menilai bahwa benda itu adalah bintang yang diselimuti debu.

Setelah penemuan benda misterius itu, baru-baru ini astronom pun kembali menemukan empat benda aneh yang menyerupai G1 dan G2. Penemuan ini pun membuat astronom menilai benda itu merupakan anggota dari fenomena kosmik baru. 

Salah satu pimpinan studi dan astronom UCLA, Andrea Ghez mengatakan, benda misterius itu memang terlihat seperti gumpalan gas namun terlihat menyerupai bintang. Menurutnya, penelitian ini dikembangkan dengan data yang telah dikumpulkan selama 13 tahun.

Dengan berbekal Osiris Imager di Observatorium Keck di Hawaii yang menerapkan teknologi inframerah, para peneliti pun dapat mempelajari benda itu secara lebih rinci.

Dari seluruh benda misterius itu, G2 merupakan salah satu benda yang paling disoroti. Awalnya, astronom menilai bahwa saat G2 mendekati lubang hitam maka gumpalan itu akan terperosok masuk ke dalam lubang. Tapi ternyata, hal itu tak terjadi karena G2 tetap utuh meski sudah berada sangat dekat dengan lubang hitam tersebut.

“G2 selamat dan tetap berada pada orbitnya. Gumpalan gas tidak akan seperti itu,” kata dia. 

Dari situ, ia menilai benda tersebut adalah kumpulan bintang yang bertabrakam dan membentuk satu bintang masif. Tapi, tim peneliti dari Max Planck Institute masih percaya bahwa itu merupakan gumpalan gas. Seluruh hipotesis itu masih harus dibuktikan karena hanya dikembangkan dari G1 dan G2. Penemuan empat benda lain pun membuat misteri ini semakin dalam sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA