Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Ilmuwan Klaim Temukan Bintang Tertua di Galaksi Bima Sakti

Selasa 14 Jan 2020 09:07 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Gambar pusat Galaksi Bima Sakti yang diambil dari instrumen HAWK-I.

Gambar pusat Galaksi Bima Sakti yang diambil dari instrumen HAWK-I.

Foto: esa
Bintang tertua bisa dilihat dengan mata telanjang di wilayah Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDNEY—Ilmuwan Australia telah menemukan bintang yang tertua di galaksi Bima Sakti dengan mata telanjang. Bintang bernama “v Indi” tersebut berusia 11 miliar tahun.

Baca Juga

Direktur University of Sydney’s Institute for Astronomi, Profesor Joss Bland-Hawthorn mengatakan kejadian ini sungguh menakjubkan.

“Mengingat mata kita hanya dapat melihat 6.000 dari 100 miliar bintang di galaksi Kita. Kemungkinannya tidak tinggi melihat (bintang) yang setua ini,” ujar Bland-Hawthorn, seperti yang dilansir dari The Sydney Morning Herald, Selasa (14/1).

Untuk menemukan Indi, keluarlah di malam hari dan lihat ke barat. Temukan titik paling terang yang bisa dilihat, dekat dengan cakrawala. Terlihat planet kedua dari matahari, Venus.

Geser mata Anda di sepanjang cakrawala ke selatan menuju Southern Cross. Di tengah-tengan antara Venus dan Southern Cross, Anda akan melihat bintang yang terang.

Sementara itu, Wakil Presiden Masyarakat Astronomi Voctoria, Perry Vlahos mengatakan itu tidak terjadi di Melbourne. Untuk bisa menyaksikan Indi memerlukan jalanan yang gelap.

“Bintang itu tidak terlihat dari Melbourne. Itu bukan yang terang,” kata Vlahos.

Indi lebih redup daripada bintang paling redup di Southern Cross, yang seringkali sulit dilihat. Bintang diibaratkan seperti tungku nuklir raksasa. Ledakan di dalamnya membuat mereka terus bergetar, seperti bel berbunyi.

Para ilmuwan menghitung usia bintang menggunakan asteroseismologi atau studi tentang getaran bintang. Getaran itu menyebabkan bintang sedikit bekerlip. Kerlip kecil itu dapat dideteksi oleh teleskop sensitif pada satelit TESS NASA yang saat ini berada di orbit Bumi yang tinggi.

Seiring bertambahnya usia bintang, pola getaran dan kerlipan mereka berubah. Pola getaran Indi membuatnya berusia 11 miliar tahun.

Ada beberapa bintang, yang menurut astronom, usianya lebih tua. Namun, tidak satu pun dari mereka yang memiliki tanggal ketelitian seperti itu.

Indi mengandung atom titanium tingkat tinggi. Kebanyakan titanium terbentuk dari supernova atau ledakan bintang pada masa awal alam semesta. Setelah meledak, gas kaya titanium membeku menjadi bintang-bintang baru.

Pada masa-masa awal Bima Sakti, galaksi ini tidak lebih dari gumpalan kecil dari bintang-bintang. Waktu Indi terbentuk, Bima Sakti bergabung dengan galaksi kerdil yang disebut Gaia-Enceladus.

Namun, Indi telah menjadi anggota asli Bima Sakti, meski pengamatan dengan teropong ruang angkasa Gaia menunjukan bintang tersebut telah didorong ke sekitar galaksi. Tim peneliti mengatakan itu menunjukkan adanya waktu ketika Bima Sakti bertabrakan dengan Gaia-Enceladus.

“Waktu itu sangat kacau, ketika banyak benjolan bintang bergabung. Kami ingin memahami rumah kami dan itulah Bima Sakti. Untuk memahami bagaimana itu terbentuk, kita perlu memahami peristiwa-peristiwa awal ini,” kata seorang ahli fisika yang merupakan bagian dari tim penemuan, Professor Dennis Stello.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA