Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Siswa 17 Tahun Temukan Planet Baru

Senin 13 Jan 2020 01:35 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang siswa berusia 17 tahun, Wolf Cukier berhasil menemukan planet baru.

Seorang siswa berusia 17 tahun, Wolf Cukier berhasil menemukan planet baru.

Foto: abc
Planet yang ditemukan memiliki ukuran 6,9 kali lebih besar dari Bumi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang siswa berusia 17 tahun, Wolf Cukier berhasil menemukan planet baru. Dia menemukan planet saat magang di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard Badan Antariksa AS (NASA) di Greenbelt, Maryland, Amerika Serikat. Ia menemukan planet tersebut secara tidak sengaja saat menjalankan tugasnya di sana.

Dilansir dari Daily Mail, Cukier diberi tugas untuk memeriksa data kecerahan bintang dari misi satelit Transit Exoplanet Survey Satellite (TESS) pada Juli 2019. Saat ia sedang mengamati TOI 1338, kemudian ia melihat dua bintang yang menghalangi cahaya.

Ia pun melaporkannya kepada pengawas magangnya yang berada di NASA. Setelah dilkukan pengamatan selama beberapa pekan, dikatakan bahwa Cukier telah menemukan planet yang memiliki ukuran 6,9 kali lebih besar dari Bumi.

"Saya menemukan sebuah planet yang memiliki dua bintang di orbitnya, jadi seperti berpikir dunia Luke, dari Star Wars," ujar Cukier.

Menurut NASA, saat ini sudah ada 13 planet yang memiliki karateristik yang serupa dengan temuan Cukier. Adapun planet temuannya diberi nama TOI 1338 b.

Selama proses penelitiannya dengan NASA, kedua matahari saling mengorbit setiap 15 hari. Maka lebih sulit untuk membedakan peristiwa transit dari planet yang dinamai TOI 1338 b, yang berlangsung setiap 93 hingga 95 hari.

Cukier mengatakan, saat itu sulit untuk membuktikan penemuannya tersebut. Namun data yang diterima terus menkonfirmasi bahwa itu merupakan planet baru.

"Tetapi pada akhir magang, kami yakin bahwa apa yang kami temukan adalah sebuah planet," ujar Cukier.

Riset mengenai planet itu pun telah dipresentasikan saat pertemuan American Astronomical Society 235 di Honolulu, Amerika Serikat. Cukier berharap, temuannya tersebut menjadi jalannya untuk berkiprah di dunia antariksa.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA