Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Senin, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 Januari 2020

Apple Daur Ulang Iphone dengan Robot Daisy

Ahad 12 Jan 2020 12:18 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Friska Yolanda

Iphone.

Iphone.

Foto: forbes.com
Robot Daisy akan membongkar Iphone dan memisahkan bagian per bagian.

REPUBLIKA.CO.ID, AUSTIN -- Perusahaan teknologi Apple Inc tengah mencoba mengubah cara agar elektronik didaur ulang dengan robot yang membongkar Iphone, sehingga mineral dapat dipulihkan dan digunakan kembali. Namun demikian, pihaknya juga mengakui meningkatnya permintaan global akan elektronik, berarti tambang baru akan tetap dibutuhkan.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino, Kaifornia, itu mengatakan bahwa robot Daisy adalah bagian dari rencananya untuk menjadi pabrikan 'jaringan tertutup' (close-loop) yang tidak bergantung pada industri pertambangan. Namun, sejumlah analis industri menilai tujuan agresif itu mustahil.

Banyak eksekutif pertambangan mencatat bahwa dengan meningkatnya popularitas kendaraan listrik, mineral yang baru ditambang akan diperlukan dalam skala yang lebih besar. Hal ini menjadi kenyataan yang diakui Apple.

"Kami tidak harus bersaing dengan orang-orang yang menambang. Tidak ada yang perlu ditakuti oleh penambang dalam pengembangan ini," kata  kepala lingkungan, kebijakan, dan sosial perusahaan, Lisa Jackson, dilansir Reuters, Ahad (12/1).

Pada 2019, Apple membuka pabrik daur ulang elektroniknya sebagai solusi sampah elektronik dunia. Pabrik daur ulang itu terletak di Austin, Texas.

Robot Daisy akan membongkar Iphone dan memisahkan bagian per bagian mulai dari logic board, kamera hingga layar. Robot Daisy milik Apple ini memecah Iphone sehingga 14 mineral, termasuk lithium, yang dapat diekstraksi dan didaur ulang.

Apple sudah menggunakan timah daur ulang, kobalt, dan tanah jarang di beberapa produknya. Mereka berencana untuk menambah daftar daur ulang tersebut. Bulan lalu, perusahaan ini membeli batch komersial pertama dari alumunium bebas karbon dari perusahaan patungan antara Rio Tinto dan Alcoa.

Daisy, yang panjangnya kurang dari 20 meter, menggunakan proses yang terdiri dari empat langkah untuk mengeluarkan baterai iPhone dengan semburan udara -80 Celcius (-176 Fahrenheit), dan kemudian mengeluarkan sekrup dan modul, termasuk modul haptic yang membuat telepon bergetar. Komponen kemudian dikirim ke pendaur ulang agar mineral diekstraksi dan dimurnikan. 

Daisy dapat merobek 200 Iphone per jam. Jackson mengatakan, Apple memilih Iphone untuk menjadi yang pertama dari produk-produknya yang akan dibongkar Daisy lantaran popularitasnya yang besar.

Apple sedang mempertimbangkan berbagi teknologi Daisy dengan yang lain, termasuk pembuat mobil listrik. Daisy memang memiliki keraguan, termasuk beberapa di dunia teknologi yang ingin perusahaan lebih fokus pada membangun produk yang dapat diperbaiki, bukan hanya didaur ulang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA