Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Komunitas Pencinta Astronomi akan Gelar Pengamatan Gerhana

Sabtu 11 Jan 2020 03:27 WIB

Red: Esthi Maharani

Bulan masih tertutup bayangan penumbra bumi (parsial), saat gerhana bulan diabadikan dari kawasan Umbul Sidomukti, Kecamatan Bandungan, kabupaten Semarang, Rabu (31/1). Cuaca mendung mengakibatkan fase terjadinya gerhana bulan total ini tidak dapat dilihat secara utuh dari lokasi ini.

Bulan masih tertutup bayangan penumbra bumi (parsial), saat gerhana bulan diabadikan dari kawasan Umbul Sidomukti, Kecamatan Bandungan, kabupaten Semarang, Rabu (31/1). Cuaca mendung mengakibatkan fase terjadinya gerhana bulan total ini tidak dapat dilihat secara utuh dari lokasi ini.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Pengamatan gerhana bulan akan menggunakan 5 hingga 7 buah teleskop.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Komunitas pecinta dunia astronomi Jogja Astro Club (JAC) akan menggelar pengamatan bersama fenomena gerhana bulan penumbra di markas komunitas itu di Jalan Gejayan, Yogyakarta pada Jumat (10/1) malam.

Pendiri JAC Mutoha Arkanuddin mengatakan pengamatan bersama yang akan dimulai pada pukul 21.00 WIB hingga Sabtu (11/1) pukul 06.00 WIB itu akan menggunakan 5 hingga 7 buah teleskop.

"Gerhana penumbra hanya bisa terlihat jelas dengan teleskop karena secara kasat mata seolah tidak sedang gerhana," kata Mutoha.

Fenomena gerhana bulan penumbra, kata dia, terjadi akibat posisi bumi menghalangi cahaya matahari ke bulan. Sementara bulan berada di titik bayangan bumi yang cenderung gelap samar (penumbra) sehingga piringan bulan purnama seolah masih terlihat utuh namun cahayanya meredup.

"Cahaya bulan akan terlihat seperti purnama walaupun samar. Ada gradasi kecerahan muka bulan dan sisi selatan terlihat lebih gelap," kata dia.

Karena diperkirakan tidak bisa disaksikan secara jelas dengan mata telanjang, Mutoha mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan pengamatan bersama di Markas JAC yang terbuka untuk umum. Pengamatan itu, menurut dia, akan menambah wawasan masyarakat mengenai fenomena astronomi itu.

"Masyarakat bisa tahu bahwa gerhana itu adalah peristiwa alam biasa yang tidak berkaitan dengan hal-hal yang mistis. Mereka juga bisa tahu bahwa gerhana banyak macamnya dan manusia sekarang sudah dengan teliti dapat memperkirakan kapan terjadinya," kata dia.

Menurut Mutoha, gerhana bulan penumbra akan mencapai fase puncaknya pada Sabtu (11/1) pukul 02.10 WIB. "Hasil pengamatan nanti akan kami dokumentasikan dan kami sampaikan ke Kemenag," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA