Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

200 Terakota Ditemukan di Makam Kasiar Pertama China

Jumat 10 Jan 2020 20:18 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Dwi Murdaningsih

Pasukan terakota Kaisar Qin Shihuang.

Pasukan terakota Kaisar Qin Shihuang.

Foto: wikipedia
Kaisar pertama China dari dinasti Qin adalah yang memprakarsai Tembok Besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arkeolog menemukan kembali tentara terakota atau yang ikonis terkubur di tempat pemakaman Xi’an, ibu kota provinsi Shaanxi, China. Penggalian mnemukan patung-patung prajurit seukuran manusia ini terkubur bersama kaisar pertama China.

Pada 1974, sekelompok petani yang berusaha menggali sumur di barat laut China. Para arkeolog menyebut penggalian itu merupakan salah satu penemuan terbesar abad ke-20, yakni makam kaisar pertama China, Qin Shi Huang.

Di dalam kompleks pemakaman kuno berumur lebih dari 2.200 tahun ini ditemukan  ribuan terakota sebagai penjaga makam mantan penguasa, yang didirikan pada abad ke-2 SM. Dinasti Qin adalah yang memprakarsai pembangunan Tembok Besar China.

Dalam beberapa dasawarsa sejak situs makam Xi'ian pertama kali ditemukan, jutaan pelancong berbondong-bondong ke situs tersebut untuk melihat tentara terakota. Jumlah itu melonjak setelah pengumuman 31 Desember 2019 dimana ratusan pejuang yang sebelumnya tidak ditemukan, akhirnya ditemukan setelah penggalian selama satu dekade di mausoleum kuno.

Temuan itu mencakup lebih dari 200 tentara, 12 kuda tanah, dua kereta, dan sejumlah senjata perunggu. Semuanya ditemukan dalam kuburan seluas 4.300 kaki persegi. Ini menandai salah satu dari empat lubang penguburan di sekitar situs Xi'an.

Arkeolog yang memimpin penggalian, Shen Maosheng mengatakan bahwa sebagian besar patung terakota prajurit seukuran manusia dipersenjatai dengan senjata tiang atau busur. Masing-masing diatur di dalam lubang berdasarkan lima pangkat militer yang berbeda.

Sebelum artefak tambahan ini ditemukan, diperkirakan kompleks pemakaman Qin Shi Huang menampung sekitar 8.000 tentara, 130 kereta, 520 kuda, dan 150 kuda kavaleri. Para peneliti berpikir butuh sekitar 700 ribu pekerja dan hingga 40 tahun untuk menyelesaikan makam dan patung-patung interiornya.

Sebab, masing-masing unik dalam penampilan dan fitur karakteristik fisik yang berbeda seperti tinggi dan panjang rambut pajurit, ditambah perisai rinci yang menunjukkan pangkat militer.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA